DPR Minta Kemenkes Hukum 4 RS Imbas Ibu Hamil Meninggal di Papua
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago meminta kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI agar memberi hukuman kepada empat rumah sakit (RS) yang menolak ibu hamil di Papua hingga meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya.
"Dan ini yang harus diaudit langsung oleh Kementerian Kesehatan. Juga harus dilakukan punishment (hukuman) oleh Kementerian Kesehatan kepada rumah sakit-rumah sakit yang menolak ini," kata Irma kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 26 November 2025.
Krim penghilang stretch mark untuk ibu hamil
Irma menjelaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mempunyai hak yang sama dalam pelayanan kesehatan. Apalagi, kata dia, ketika seseorang dalam kondisi darurat.
"Semua warganegara Republik Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan publik. Itu sudah ada di undang-undang dasar kita. Jadi, tidak perlu lagi harus bawa kartu BPJS karena dia miskin," kata dia.
Di sisi lain, Irma mengatakan setiap rumah sakit yang dikelola pemerintah daerah (Pemda) memiliki fasilitas high care unit (HCU). Di mana, kata dia, Pemda bisa membayar tagihan masyarakat dengan kategori miskin.
"Di Pemda kan sudah ada yang namanya HCU ya. Sudah harus ada Pemda yang membayarkan semua masyarakat miskin yang ada di daerah untuk membayarkan semua masyarakat miskin. Bukan hanya BPJS," katanya.
Irma juga mengingatkan seluruh rumah sakit untuk tidak mengedepankan keuntungan semata. Dia meminta agar rumah sakit harus punya sisi kemanusiaan untuk saling membantu masyarakat.
"Hanya dengan KTP, saya ingatkan kembali, untuk bisa berobat di rumah sakit manapun. Dan harusnya rumah sakit tidak hanya bicara soal untung, tapi mana nilai-nilai kemanusiaannya," pungkasnya.
Untuk diketahui, seorang ibu hamil Irene Sokoy asal Kampung Hobong, Sentani meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya karena tak dilayani rumah sakit pada Senin, 17 November 2025.
Karena kondisi pasien, dokter menyarankan harus segera dioperasi dan dirujuk ke RS Dian Harapan, RSUD Abepura hingga rumah sakit Bhayangkara. Namun, pasien belum tertangani hingga dirujuk ke RSUD Jayapura.
Ilustrasi mobil ambulans.
Dalam perjalanan ke RSUD Jayapura, saat tiba di Skyline, pasien mengalami kejang-kejang sehingga ambulans harus memutar balik lagi ke RS Bhayangkara.
Sayangnya, dalam perjalanan pasien dalam kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa, sampai di Rumah Sakit Bhayangkara, petugas melakukan upaya pertolongan dengan CPR tetapi nyawa pasien dan bayi yang dikandungnya tak tertolong.