Rupiah Menguat, Pasar Optimis Pemerintah Mampu Atasi Underinvoicing Demi Tutup Defisit APBN
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.902 per Kamis, 22 Januari 2026. Posisi rupiah itu menguat 61 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.963 pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 23 Januari 2026 hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.848 per dolar AS. Posisi itu menguat 48 poin atau 0,28 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.896 per dolar AS.
Ilustrasi uang rupiah
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar optimis pemerintah mampu mengatasi praktik underinvoicing impor dan ekspor, supaya bisa menutup defisit anggaran.
"Praktik ilegal tersebut sudah terjadi secara struktural, sebab melihat nominalnya yang besar hingga ribuan triliun," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 23 Januari 2026
Andai saja mampu menggaet 30 persen dari kerugian akibat underinvoicing ekspor, pemerintah mampu menutup defisit anggaran negara. Praktik itu dinilai turut menjadi penyebab shortfall penerimaan negara.
Ibrahim mengatakan, isu underinvoicing ekspor sebenarnya sudah lama terjadi, namun baru ramai akhir-akhir ini setelah terjadi defisit APBN yang mendekati 3 persen di tahun 2025, sehingga membuat mata uang rupiah terus terkontraksi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemberantasan praktik underinvoicing akan menjadi tambahan penerimaan bagi Bea Cukai. Ke depannya, pemeriksaan serupa akan diintensifkan, seiring pengawasannya yang akan diperkuat dengan penggunaan artificial intelligence (AI).
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.860 - Rp16.900," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden AS, Donald Trump, mundur dari ancaman tarif Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland. Trump juga mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan. Sementara harga emas ditutup di level US$4.830, naik sebesar 1,4 persen.
Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump menahan diri untuk tidak menyebutkan tarif atau tindakan militer atas Greenland. Meskipun demikian, ia memperingatkan bahwa jika ia tidak mendapatkan kesepakatan mengenai Greenland, ia akan mempertimbangkan tanggapan Eropa terhadap tuntutannya.
Sementara itu Bloomberg melaporkan bahwa Trump mengatakan dia akan mundur dari pemberlakuan tarif pada barang-barang dari negara-negara Eropa, yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland.