Hotman Paris Singgung soal Klien Kaya tapi Pelit, Sindir Nadiem Makarim?
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi perbincangan setelah membuat pernyataan yang memicu spekulasi publik. Hal itu terjadi tidak lama setelah ia resmi tidak lagi menjadi kuasa hukum mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Keputusan pemutusan kerja sama tersebut diambil oleh pihak keluarga Nadiem menjelang persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Pergantian kuasa hukum ini disebut dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk anggapan bahwa Hotman Paris memiliki terlalu banyak klien sehingga dinilai tidak bisa fokus pada kasus Nadiem. Namun, alasan itu seolah disangkal oleh Hotman melalui postingan di Instagramnya.
Hotman Paris
“Kebanyakan klien?? Ha ha,” tulis Hotman Paris yang dikutip dari Instagram @hotmanparisofficial pada Rabi, 25 November 2025.
Pernyataan tersebut langsung mengundang perhatian, terutama karena Hotman kemudian membahas karakter klien yang ia tangani. Ia memaparkan bahwa selama kariernya, kliennya terbagi menjadi dua kategori: mereka yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan hukum, serta para konglomerat yang bersedia membayar tinggi.
Untuk klien dari kalangan tidak mampu, ia menegaskan tidak pernah meminta bayaran. Layanan hukum itu diberikan secara pro bono sebagai bentuk kontribusi terhadap pencari keadilan. Sementara itu, klien kategori kedua adalah para pebisnis kaya yang tidak ragu mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan pembelaan terbaik.
“Hanya ada dua jenis klien Hotman; Gratis probono untuk para pengais keadilan dan klien konglo royal. Klien kaya tapi pelit?? Sory ya,” tegasnya.
Ungkapan “klien kaya tapi pelit” inilah yang memancing spekulasi. Banyak yang menduga sindiran tersebut diarahkan kepada Nadiem atau keluarganya, mengingat pernyataan itu muncul tepat setelah hubungan profesional mereka berakhir. Meski tidak menyebut nama secara langsung, waktu pernyataan itu muncul membuat publik menghubungkan keduanya.
“Berarti keluarga nadiem makarim pelit keluar biaya jasa lawyer.”
“Lah brarti keluarga nadim pelit ya bang.”
“Klien probono hanya untuk orang gak mampu yg bener" butuh keadilan ya bang,tapi kalo konglomerat gak ada yg gratis enak aja diorang yg korupsi masak mau gratis wkwk.”