Cuaca Ekstrem Pekan Ini: BMKG Ungkap Daerah Jabar yang Harus Siaga 24–30 November 2025

prakiraan cuaca BMKG, wilayah terdampak cuaca ekstrem, BMKG Jabar, Cuaca Ekstrem BMKG, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, prakiraan cuaca jawa barat, prediksi cuaca jawa barat, prediksi cuaca bandung, cuaca ekstrem November 2025, ramalan cuaca BMKG, Cuaca Ekstrem Pekan Ini: BMKG Ungkap Daerah Jabar yang Harus Siaga 24–30 November 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis dalam beberapa hari ke depan.

Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi meliputi hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, serta angin kencang yang dapat menimbulkan dampak seperti banjir, pohon tumbang, dan kerusakan lainnya.

Peringatan ini disampaikan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul akibat dinamika atmosfer yang tengah aktif di wilayah Jawa Barat.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dalam satu pekan ke depan beberapa fenomena atmosfer masih mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan konvektif dan hujan di sebagian wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan tingginya peluang terbentuknya cuaca ekstrem.

Apa Saja Faktor Pemicu Potensi Cuaca Ekstrem?

BMKG mencatat sejumlah faktor atmosfer yang memengaruhi peningkatan potensi hujan lebat di wilayah Jawa Barat.

Salah satunya adalah suhu muka laut di sekitar perairan selatan Jawa yang relatif hangat, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan.

Selain itu, sistem tekanan rendah diprakirakan masih berpotensi terbentuk di beberapa wilayah, seperti Samudera Hindia Barat Sumatera, sekitar Kepulauan Riau, serta perairan utara hingga barat Australia.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan terbentuknya belokan angin dan pertemuan angin di wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, tingkat labilitas atmosfer berada pada kategori labil ringan hingga kuat, yang turut mengindikasikan peluang pertumbuhan awan konvektif dalam skala lokal.

"Pada skala global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik/deterministik dan analisis data pengamatan, potensi hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat disertai kilat dan angin kencang yang bisa terjadi pada skala lokal dan durasi singkat di sebagian wilayah," kata Teguh Rahayu, Senin (24/11/2025).

Wilayah Mana Saja yang Diprakirakan Terdampak?

BMKG merinci sejumlah wilayah di Jawa Barat yang diprakirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama sepekan ke depan, mulai Senin hingga Minggu, 24–30 November 2025.

  • Senin (24/11/2025): Sumedang, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Majalengka.
  • Selasa (25/11/2025): Subang, Sumedang, Ciamis, dan Majalengka.
  • Rabu (26/11/2025): Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, Banjar, dan Pangandaran.
  • Kamis (27/11/2025): Kabupaten Cirebon, Kuningan, Garut, dan Majalengka.
  • Jumat (28/11/2025): Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.
  • Sabtu (29/11/2025): Bandung Barat.
  • Minggu (30/11/2025): Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tetap waspada terhadap potensi bencana yang mungkin muncul akibat kondisi cuaca ekstrem.

Masyarakat juga diharapkan menjaga lingkungan sekitar, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Potensi Bencana Hidrometeorologis di Jabar Masih Mengintai, BMKG Ungkap Prakiraan Cuaca Sepekan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.