Mulai Kerja Usai Libur Panjang? Ini 6 Cara Kembalikan Produktivitas dan Menghindari Stres
Liburan biasanya menjadi obat mujarab bagi kelelahan mental dan fisik. Beberapa hari menikmati matahari, bertemu teman, dan beristirahat dari rutinitas dan deadline yang padat, dapat membantu mengusir stres akibat bekerja.
Namun, rasa segar setelah liburan bisa dengan cepat berubah menjadi stres jika Anda langsung dihadapkan pada tumpukan email dan pekerjaan yang menumpuk.
Agar euforia pascaliburan tidak berujung kelelahan, transisi kembali ke rutinitas kerja perlu dilakukan dengan cara yang lebih terencana dan realistis. Sejumlah pakar produktivitas membagikan kebiasaan yang mereka lakukan setiap kali kembali bekerja setelah liburan agar produktif.
Melansir dari Huffington Post, berikut enam hal yang dilakukan pakar produktivitas saat kembali bekerja setelah liburan.
Ilustrasi Stres Kerja di Hari Senin
1. Mengakui tidak bisa membalas semua pesan sekaligus
Salah satu langkah terpenting dilakukan bahkan sebelum liburan dimulai, yaitu memasang pesan otomatis yang jelas dan detail. Bukan sekadar memberi tahu sedang tidak di kantor, tetapi juga menjelaskan kapan tidak bisa dihubungi, apakah email akan dicek sesekali, dan kapan pengirim bisa mengharapkan balasan.
“Salah satu hal terpenting yang saya lakukan sebelum pergi liburan agar tidak kewalahan setelah kembali adalah memasang autoresponder yang jauh lebih detail daripada sekadar ‘saya sedang tidak di kantor dari tanggal ini sampai tanggal ini’,” kata Anna Dearmon Kornick, pelatih manajemen waktu.
Ia menjelaskan bahwa pengaturan ekspektasi sejak awal membantu mencegah tekanan saat kembali bekerja. “Semakin cepat Anda menyadari bahwa Anda tidak bisa merespons semua orang sekaligus, semakin mudah memprioritaskan berdasarkan kepentingan dan urgensi.”
2. Mengambil satu hari tambahan untuk mengubah pola pikir
Bagi sebagian pakar, transisi mental sama pentingnya dengan transisi fisik kembali ke kantor. “Bagi saya, pengaturan dimulai bahkan sebelum kembali ke kantor. Biasanya saya mengambil satu hari libur tambahan hanya untuk membiasakan diri dengan fakta bahwa saya harus kembali bekerja,” ujar Pamela A. Reed, yang juga pelatih manajemen waktu dan penulis.
Setelah itu, ia mulai menyusun daftar tugas tanpa langsung menekan diri sendiri. Semua dicatat, lalu diprioritaskan berdasarkan tenggat dan urgensi. Dengan begitu, pikirannya terasa lebih terorganisir dan siap menghadapi pekerjaan secara bertahap.
3. Mengerjakan daftar tugas yang sudah dibuat sebelum liburan
Sebagian pakar memilih menyiapkan rencana bahkan sebelum meninggalkan kantor. “Sebelum saya pergi liburan, saya membuat daftar tugas untuk minggu saat saya kembali,” kata Katie Wussow, pelatih bisnis kreatif.
Menurutnya, memiliki rencana lebih awal membuat pikiran benar-benar bisa beristirahat selama liburan. Ia juga menyarankan agar daftar tersebut dikomunikasikan dengan atasan atau tim agar prioritas pascaliburan selaras.
Rashelle Isip, konsultan produktivitas, menambahkan, “Butuh beberapa hari bagi saya untuk benar-benar rileks; dengan cara yang sama, butuh beberapa hari untuk kembali ke rutinitas normal.”
4. Mengawali dengan tugas-tugas kecil
Hari pertama atau kedua setelah liburan biasanya difokuskan untuk mengumpulkan, mengatur, dan memprioritaskan pekerjaan yang menumpuk. Pilihlah menyelesaikan tugas yang memakan waktu kurang dari lima menit. Untuk tugas yang lebih besar, waktu khusus dijadwalkan di kalender. Dengan cara ini, rasa kendali bisa kembali dalam beberapa hari tanpa harus memaksakan diri.
5. Menerima bahwa awal yang lambat itu wajar
Berbicara pada diri sendiri ternyata menjadi strategi penting untuk mengembalikan produktivitas kerja tanpa perlu stres. “Saya memberi diri saya semacam motivasi. Saya mengatakan pada diri sendiri bahwa saya baru kembali dari liburan dan butuh waktu untuk kembali ke rutinitas,” kata Rashelle Isip.
Ia juga menuliskan pikirannya di atas kertas karena sering kali masalah terasa lebih ringan saat dilihat secara visual. Strategi ini membantunya bekerja satu per satu tanpa panik.
6. Menandai semua email sebagai ‘sudah dibaca’
Sebagian orang justru menghilangkan stres dengan cara ekstrem namun efektif. Salah satunya, menandai semua email dengan 'sudah dibaca'. “Saya mencoba melepaskan gagasan bahwa hari pertama kembali kerja harus dihabiskan untuk mengejar ketertinggalan,” kata Rachel Wilkerson Miller, editor senior dan penulis.
Ia bahkan terbiasa langsung menandai semua email sebagai sudah dibaca. Tujuannya sederhana, menghilangkan tekanan visual akibat puluhan email belum terbuka. Setelah itu, ia membaca ulang pesan secara bertahap tanpa rasa panik.
Pendekatan ini membantu menjaga ritme kerja tetap manusiawi. Liburan bukan untuk ditebus dengan stres, melainkan untuk kembali bekerja dengan energi yang lebih sehat.