Wigih Hartono Korban Longsor Freeport, Pulang Terakhir pada Agustus, Kini Kembali dalam Peti Jenazah

Suasana duka menyelimuti Dusun Karang Tengah, Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Warga setempat menyambut kepulangan jenazah Wigih Hartono (38), salah satu korban tewas tragedi longsor tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua Tengah.
Jenazah Wigih ditemukan pada Sabtu (20/9/2025) pukul 08.45 WIT, setelah proses pencarian berlangsung sejak longsor terjadi pada Senin (8/9/2025) malam.
Selain Wigih, tim evakuasi juga menemukan korban lain bernama Irawan (46), asal Cilacap. Dari tujuh pekerja tambang yang terjebak, lima orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan penemuan tersebut.
“Dua korban tersebut ditemukan tertimbun dalam lumpur basah. Saat ini jenazah sudah melalui proses identifikasi dan langsung diterbangkan ke rumah duka masing-masing,” ujarnya.
Perjalanan Hidup Wigih Hartono
Wigih Hartono merupakan warga asli Tulungagung, Jawa Timur. Ia menikah dengan Jarmini, perempuan asal Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Keduanya tinggal di Ponorogo, tempat Wigih kemudian dikenal oleh warga sekitar.
Di PT Freeport Indonesia, Wigih bekerja sebagai teknisi listrik (electrician) di bawah naungan PT Cita Contract. Ia telah bekerja di tambang bawah tanah Freeport selama kurang lebih tujuh tahun.
Rohmat, kakak ipar Wigih, menuturkan bahwa almarhum rutin pulang ke Ponorogo setiap enam bulan sekali untuk cuti dua pekan.
“Terakhir, dia pulang pada Agustus lalu untuk cuti dua pekan, sebelum kembali ke Papua,” kata Rohmat di rumah duka, Sabtu (20/9/2025).
Selama cuti, Wigih tidak hanya bertemu keluarga di Ponorogo, tetapi juga menyempatkan diri pulang ke Tulungagung bersama istri dan anak untuk menjenguk orang tuanya.
“Seperti biasa, Wigih pulang ke Ponorogo, lalu ke rumah orang tuanya di Tulungagung bersama anak istrinya,” kisah Rohmat.
Menurut keluarga, tidak ada firasat buruk ketika Wigih terakhir kali pulang.
“Semua berjalan normal, tidak ada tanda-tanda apa pun,” ucap Rohmat.
Kabar Duka dari Media
Tim penyelamat bekerja keras di tambang bawah tanah GBC Freeport Indonesia. Proses pembuatan lubang vertikal tambahan dari level Pengangkutan menuju ke level Servis di atasnya dengan mesin raisebore. Level Servis merupakan lokasi perkiraan keberadaan karyawan.
Rohmat mengaku pertama kali mengetahui adanya tragedi longsor tambang Freeport dari pemberitaan media. Saat itu, keluarga kehilangan kontak dengan Wigih.“Awalnya kami hanya mendapat kabar dari pemberitaan. Sejak itu kami tidak bisa menghubungi Wigih sampai akhirnya mendapat kabar resmi dari perusahaan,” jelas Rohmat.
Kabar resmi bahwa jenazah Wigih ditemukan baru diterima keluarga pada Sabtu (20/9/2025).
Jenazah kemudian diterbangkan dari Mimika menuju Bandara Juanda, Surabaya, sebelum dipulangkan ke Ponorogo.
Jenazah Wigih tiba di rumah duka Desa Nambak pada Minggu (21/9/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Keharuan menyelimuti keluarga dan warga saat peti jenazah diturunkan.
Jarmini, istri Wigih, tak kuasa menahan tangis ketika tiba beriringan dengan jenazah suaminya.
Setelah dishalatkan, Wigih dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Nambak.
“Iya, sekitar jam 02.00 dini hari tiba di rumah duka, lalu langsung dishalatkan,” kata Kepala Dusun Karang Tengah Kulon, Mahmudi.
Dukungan Freeport pada Keluarga Korban
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua karyawan.
“Atas nama perusahaan dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Tony menegaskan perusahaan akan terus mendampingi keluarga korban.
“PT Freeport Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh kepada keluarga di masa sulit ini,” katanya.
Sebelumnya, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, juga menyampaikan rasa kehilangan.
“Kami terus melanjutkan pencarian dan penyelamatan rekan-rekan lainnya dengan mengerahkan segala daya upaya,” ucap Katri.
Tragedi Longsor Freeport
Insiden longsor tambang bawah tanah Freeport terjadi pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIT di area Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.
Peristiwa ini dipicu oleh luncuran material basah (wet muck) dalam jumlah besar yang menutup akses tambang dan menjebak tujuh pekerja.
Sejak Jumat (12/9/2025), komunikasi dengan para pekerja terhenti karena alat komunikasi diduga kehabisan baterai.
Upaya evakuasi berlangsung intensif selama hampir dua pekan hingga akhirnya tim berhasil menemukan dua jenazah pada Sabtu (20/9/2025).
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Tangis Histeris Istri Wigi Pekerja Tambang Freeport Asal Ponorogo Saat Jenazah Tiba di Rumah Duka
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.