Bandara Maumere Ditutup Sampai Kapan? Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Maumere, gunung lewotobi laki-laki, erupsi gunung lewotobi laki-laki, bandara Maumere, Nusa Tenggara Timur, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda, Bandara Maumere Ditutup Sampai Kapan? Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara pada Sabtu (20/9/2025).

Penutupan ini dilakukan sebagai dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Hari ini operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara," ujar Kepala Kantor UPBU Kelas II Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Partahian Panjaitan, yang dihubungi, dikutip Kompas.com (20/9/2025).  

Penerbangan Terdampak Erupsi

Partahian menjelaskan bahwa maskapai Wings Air dengan rute Maumere-Kupang mengalami pembatalan penerbangan pagi ini.

Ia menambahkan, berdasarkan NOTAM C1403/25 NOTAMN, penutupan bandara direncanakan hingga Minggu (21/9/2025) pukul 06.00 Wita.

Partahian juga meminta para penumpang menghubungi maskapai terkait untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan mereka.

Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Dahsyat

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi dahsyat pada Jumat (19/9/2025) malam, disertai gemuruh kuat dan lontaran abu vulkanik setinggi 6.000 meter atau 6 kilometer.

"Eruptsi terjadi pukul 22.46 Wita," ujar Emanuel Rofinus Bere, Petugas Pos Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, dalam keterangannya pada Sabtu, 20 September 2025.

Menurut Rofinus, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 17 menit 7 detik. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat daya dan barat.

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

Rofinus mengimbau masyarakat sekitar untuk menggunakan masker atau alat pelindung guna menghindari bahaya abu vulkanik.

Ia menegaskan bahwa saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level III (siaga).

"Masyarakat di sekitar dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dan sektoral barat daya, timur laut sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi," pungkasnya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dahsyat, Ketinggian Kolom Abu 6 Kilometer Disertai Gemuruh Kuat.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.