Pasca Longsor, Freeport Pastikan Tambang Grasberg Kembali Beroperasi di Kuartal II-2026

Tambang Grasberg Freeport Indonesia di Papua.
Tambang Grasberg Freeport Indonesia di Papua.

Freeport-McMoRan Inc. menargetkan pengoperasian kembali tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada kuartal II-2026, pasca kejadian longsor yang terjadi pada awal September 2025 lalu.

President and Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk mengatakan, pihaknya memang telah berkomitmen untuk mempercepat pemulihan operasi tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Grasberg, Papua Tengah tersebut.

"Tim kami berkomitmen untuk memulihkan produksi skala besar berbiaya rendah di Grasberg dengan cara yang aman, efisien, dan bertanggung jawab," kata Kathleen dalam keterangannya, Rabu, 19 November 2025.

Tambang terbuka Grasberg yang sudah digali PT Freeport Indonesia. Kini operasional Freeport fokus ke tambang bawah tanah.

Mengenai kejadian longsor di tambang underground Grasberg tersebut, Kathleen memastikan bahwa insiden itu akan menjadi pelajaran bagi Freeport ke depannya. 

Tak hanya itu, Kathleen menegaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan sejumlah inisiatif, supaya ke depannya insiden seperti itu tidak sampai kembali terjadi.

"Kami akan terus mengutamakan keselamatan di atas segalanya saat memulihkan operasi dan berupaya memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan, pihaknya telah menyetujui pengajuan PT Freeport Indonesia (PTFI) soal pengoperasian kembali tambangnya.

Dimana, operasional sejumlah tambang PTFI sebelumnya memang sempat ditutup, sebagai imbas dari kejadian longsor yang terjadi di tambang bawah tanah (underground) Grasberg pada 8 September 2025 lalu.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa izin operasional kepada PTFI tersebut hanya diberikan terhadap dua blok tambang, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan.

"Sudah (diberikan izin untuk tambang) yang DMLZ dan Big Gossan," kata Tri di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 November 2025.

Namun, Tri mengakui bahwa sampai saat ini, PTFI masih belum melakukan produksi di kedua blok tambang yang sudah kembali diizinkan beroperasi oleh pihaknya tersebut. Sebab menurutnya, produksi di kedua tambang yang telah diizinkan untuk kembali beroperasi itu memang tidak terlalu signifikan.

"Dia (produksinya) cuma 600 ribu (ton) per tahun kira-kira, jadi enggak banyak," ujarnya.