Hati-hati! Ternyata Organ Intim Pria Bisa Alami Cedera
Berbicara soal cedera pada Mr. P mungkin terasa tabu di kalangan masyarakat. Namun, tak ada salahnya kamu tetap mencari tahu tentang hal ini demi menjaga kesehatan organ intimmu. Sehingga kamu bisa tau tentang kondisi ini dan bagaimana cara menghindarinya.
Ada beberapa cedera pada organ intim pria yang sering terjadi. Pertama adalah Fraktur penis, yang cukup sering terjadi. Fraktur penis adalah istilah yang terdengar menakutkan meski sebenarnya penis tidak memiliki tulang untuk “patah.” Namun yang rusak justru lapisan luar jaringan ereksi bernama tunica albuginea.
Cedera ini biasanya terjadi saat penis yang sedang ereksi tiba-tiba menekuk dengan keras, disertai rasa sakit hebat, disertai bunyi “pop,” serta pembengkakan atau memar yang langsung terlihat. Kadang, penis membengkak dan berubah warna menjadi ungu, yang oleh dokter disebut “eggplant deformity”.
Penyebab paling umum dari cedera ini adalah dorongan yang salah posisi saat aktivitas seksual yang terlalu agresif. Biasanya penis menabrak benda keras, seperti tulang panggul. Hal ini lebih sering terjadi pada posisi yang sulit mengontrol ritme atau kecepatan, seperti doggy style, missionary, atau reverse cowgirl.
Lantas bagaimana mencegahnya? Kendalikan ritme dan kecepatan. Kalau sampai mengalami fraktur penis, jangan menunggu, segera ke IGD. Ini termasuk kondisi gawat darurat yang perlu tindakan operasi segera agar terhindar dari komplikasi seperti disfungsi ereksi atau bentuk penis yang melengkung.
Selain fraktur penis, cedera lainnya adalah strangulasi penis. Melansir laman Mens Health, stragulasi alias ketika benda tersangkut di penis. Biasanya terjadi karena seseorang menggunakan benda yang tidak dirancang untuk aktivitas seksual, seperti karet gelang, ikat rambut, atau benda lain yang bisa menjerat.
Sering kali hal ini dilakukan karena rasa penasaran, dan mereka tidak punya cock ring yang aman di rumah. Masalahnya, benda-benda yang digunakan ini bisa tersangkut dan membuat penis membengkak, sehingga makin sulit dilepas. Kalau dibiarkan terlalu lama bahkan hanya beberapa jam aliran darah bisa terhenti dan menyebabkan kerusakan jaringan, bahkan gangren.
Untuk menghindari ini, gunakan produk yang aman untuk tubuh dan memang dibuat untuk aktivitas seksual, yang bisa dilepas dengan mudah. Kalau aliran darah sudah terhambat, segera ke rumah sakit. Dokter bisa melepas benda tersebut tanpa menimbulkan kerusakan permanen.
Perlu diingat juga, strangulasi penis juga bisa terjadi pada anak-anak. Kadang penis anak bisa terlilit benang, rambut, atau tali kecil tanpa disadari. Jadi kalau anak rewel tanpa alasan jelas, ada baiknya periksa area genitalnya untuk memastikan hal ini tidak terjadi.
Cedera ketiga yang juga sering terjadi adalah cedera kulit penis terutama akibat resleting,merupakan penyebab paling umum pasien datang ke IGD. Kasus ini paling sering dialami anak-anak yang kurang fokus saat berpakaian, orang tua yang dibantu oleh perawat, atau penderita gangguan kognitif. Cara pencegahannya sederhana gunakan celana dan pakaian dalam yang agak longgar, dan selalu hati-hati saat menarik resleting. Kalau sudah terjepit resleting, usahakan tetap tenang dan segera ke rumah sakit terdekat.
Beberapa cedera penis juga bisa terjadi dengan cara yang tidak terduga. Gigitan hewan atau manusia, kecelakaan mobil, mesin pertanian, bahkan kembang api. Kalau sampai mengalaminya, segera periksa ke IGD. Ingat, kamu cuma punya satu penis jadi jaga baik-baik.