Hati-hati, Organ Intim Pria Bisa Berisiko Diamputasi Jika Terjadi Masalah Ini

ilustrasi pria berjanggut, cegukan, sendawa
ilustrasi pria berjanggut, cegukan, sendawa

 Hampir semua pria akan mengalami masalah seksual setidaknya sekali dalam hidupnya. Disfungsi ereksi (ED) dikenal sebagai masalah seksual yang paling sering dialami pria, terutama seiring bertambahnya usia.

Namun, ketika sebagian pria kesulitan membuat organ intim mereka ’berdiri’, ada juga yang justru kesulitan membuatnya kembali turun dan kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani. Kondisi yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai priapismus ini adalah kondisi ereksi yang berlangsung lama dan terasa menyakitkan.

Jika tidak ditangani dengan cepat, bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis.

Kondisi ini terjadi pada 0,73–5,4 dari setiap 100.000 pria per tahun, sehingga tak heran banyak orang belum pernah mendengarnya.

Meski jarang (0,73-5,4 dari setiap pria per tahun), para ahli kesehatan menekankan pentingnya memahami kondisi ini karena penanganan medis cepat sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan permanen termasuk risiko amputasi.

Dr Fox Online Pharmacy, Dr. Deborah Lee menjelaskan bahwa ada dua jenis priapismus yang perlu diketahui. Pertama adalah stuttering priapism yakni ereksi menyakitkan yang muncul berulang kali dalam waktu singkat dan biasanya mereda dengan sendirinya. Kedua adalah fulminant priapism, yakni ereksi parah yang berlangsung berjam-jam dan membutuhkan tindakan medis segera karena bisa menimbulkan kerusakan jaringan serius jika dibiarkan.

“Jika ereksi berlangsung lebih dari empat jam, itu adalah kondisi darurat medis. Tanpa penanganan cepat, bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis, disfungsi ereksi, bahkan gangren. Ini terjadi karena darah terperangkap di dalam penis sehingga darah beroksigen tidak bisa masuk ke jaringan,” kata dr. Lee dikutip dari laman The Sun, Senin 8 Desember 2025.

Gejala yang perlu diperhatikan

Gejala utama priapismus adalah ereksi yang muncul tanpa rangsangan seksual, berlangsung lama, dan tidak kunjung turun. Menurut Dr. Lee, kondisi ini bisa semakin menyakitkan.

“Kadang mereka terbangun di tengah malam dengan ereksi yang sangat menyakitkan dan tidak mau hilang. Dalam 81,5 persen kasus, tingkat nyerinya sedang hingga berat,” kata dia.

Lantas siapa saja yang berisiko mengalami masalah ini? Diungkap Lee bahwa siapapun bisa mengalami priapismus. Akan tetapi, Dr. Lee menyebut ada lima pemicu umum dari masalah ini mulai dari stres, kedinginan, kelelahan, dehidrasi, hingga infeksi.

Selain itu, beberapa kondisi berikut juga dapat menyebabkan priapismus:

  • Gangguan darah seperti leukemia, anemia sel sabit, talasemia, dan multiple myeloma
  • Efek samping obat seperti antidepresan (fluoxetine, sertraline, trazodone, bupropion)
  • Obat alpha-blocker seperti prazosin, terazosin, tamsulosin
  • Obat anti-kecemasan seperti risperidone, olanzapine, lithium, dan chlorpromazine
  • Obat pengencer darah seperti warfarin dan heparin
  • Hormon seperti testosteron
  • Obat ADHD seperti methylphenidate dan atomoxetine
  • Alkohol
  • Narkoba seperti kokain dan ganja
  • Cedera tulang belakang
  • Gangguan metabolik seperti asam urat (gout) dan amiloidosis
  • Sifilis
  • Kanker penis

Perlu dicatat, priapismus kadang juga muncul tanpa penyebab yang jelas.

Apakah bisa hilang sendiri?

Pada stuttering priapism, ereksi biasanya mereda sendiri meski terasa menyakitkan.

Namun Dr. Lee menekankan, jika ereksi bertahan hingga empat jam, itu sudah darurat medis. Jika sudah tiga jam dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, segera hubungi layanan darurat atau pergi ke IGD.

Kapan harus ke dokter?

Cara terbaik mencegah priapismus adalah mengelola kondisi medis yang sudah ada, menghindari alkohol dan narkoba, tidak sembarangan menggunakan obat kuat, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi.

“Jika Anda mulai sering mengalami ereksi yang panjang dan menyakitkan, segera konsultasikan ke dokter. Anda mungkin akan dirujuk ke dokter urologi untuk pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan bisa meliputi tes darah dan USG penis untuk melihat aliran darah.  Jika Anda mengalami priapismus akut, sudah berlangsung tiga jam dan tidak membaik segera hubungi darurat atau pergi ke IGD secepatnya,” dr. Lee menambahkan