Sering Mengeluh Gatal di Area Intim Pria? Ternyata Ini Penyebabnya

Ilustrasi pisang sebagai penis.
Ilustrasi pisang sebagai penis.

 Kulit kering di lengan atau kaki saja sudah bikin tidak nyaman. Apalagi kalau terjadi di area intim pria rasa tidak nyamannya jelas berlipat ganda. Anda juga tentu tidak bisa menggaruk organ intim di tempat umum (percaya deh).

Belum lagi muncul kekhawatiran jangan-jangan ini bukan sekadar kulit kering, tapi ada masalah lain yang lebih serius di balik celana dalam.

Dalam banyak kasus, rasa gatal di area bawah sebenarnya disebabkan oleh hal-hal ringan dan mudah diatasi, kata dokter spesialis kulit bersertifikat, Michael Gowen, M.D. Gesekan, kandungan bahan kimia beraroma dalam sabun dan deterjen, hingga kurangnya pelumas saat berhubungan seks bisa membuat kulit penis kering, kemerahan, pecah-pecah, dan gatal. Apalagi kulit penis memang tipis dan lebih mudah mengalami kekeringan.

Namun, iritasi akibat penyakit kulit atau infeksi juga bisa menjadi penyebabnya. Jika ini yang terjadi, Anda perlu memeriksakannya ke dokter atau dokter kulit. Berikut beberapa kemungkinan penyebab kulit penis kering, merah, dan gatal, beserta cara mengatasinya seperti dilansir dari laman honehealth, Kamis 18 Desember 2025..

8 Penyebab Kulit Penis Kering

1. Celana dalam terlalu ketat

Gesekan berulang dengan pakaian yang terlalu ketat bisa membuat area genital kering, ruam, dan bikin Anda jalan tidak nyaman. Jika ditambah kelembapan dari keringat setelah olahraga, Anda juga berisiko terkena infeksi jamur, kata Gowen.

Tandanya: Ruam merah, bentol kecil, gatal, iritasi, serta kulit kering dan mengelupas.

Cara mencegahnya: Pakai pakaian longgar berbahan 100 persen katun untuk mengurangi gesekan.

Jika kulit sudah merah dan ruam, oleskan krim atau salep pelembap (Gowen merekomendasikan Aquaphor). Hindari losion berbahan alkohol karena bisa makin mengeringkan kulit sensitif.

2. Salah pilih sabun

Bahan kimia dalam sabun beraroma kuat bisa membuat kulit penis kering, kata Gowen. Hal yang sama berlaku untuk deterjen pakaian dengan wangi menyengat.

“Jika sabun tidak dibilas dengan bersih, bisa timbul dermatitis kontak iritan, yaitu kulit kering dan gatal,” jelasnya.

Pria yang tidak disunat lebih rentan karena sisa sabun bisa tertinggal di antara kulup dan kepala penis.

Tandanya: Kulit merah, bengkak, melepuh, gatal, kering, atau bersisik.

Cara mencegahnya: Gunakan sabun dan deterjen tanpa pewangi.

Setelah mandi, terapkan aturan tiga menit: keringkan tubuh dan oleskan pelembap dalam tiga menit setelah kulit basah agar kelembapan “terkunci”.

Pilih deterjen bebas pewangi dan perhatikan juga pelembut pakaian atau dryer sheet yang bisa meninggalkan residu pada pakaian dalam.

3. Mengalami eksim

Meski tidak terpapar cuaca langsung, penis tetap bisa terkena eksim, terutama jika Anda memang punya riwayat kondisi ini. Eksim genital bisa dipicu gesekan atau iritasi bahan kimia dari sabun, sabun mandi, atau deodoran.

Tandanya: Kulit kering, gatal, pecah-pecah, dan nyeri.

Cara mencegahnya: Jika pakaian longgar dan produk tanpa pewangi tidak membantu, sebaiknya konsultasi ke dokter kulit. Anda mungkin memerlukan obat resep seperti krim steroid.

4. Psoriasis genital

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang juga bisa menyerang area genital. Kondisi ini terjadi saat sistem imun menjadi terlalu aktif dan menyerang jaringan sehat. Infeksi atau luka pada kulit penis dapat memicu munculnya psoriasis.

Tandanya: Bercak merah kecil di ujung atau batang penis, kulit tampak mengilap, atau lesi mirip plak berwarna merah dengan lapisan putih keperakan.

Cara mencegahnya: Temui dokter atau dokter kulit untuk mendapatkan terapi yang menargetkan respons sistem imun.

5. Infeksi jamur (yeast infection)

Infeksi jamur pada penis disebabkan oleh Candida yang tumbuh subur di lingkungan hangat dan lembap. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat, kelebihan berat badan, atau menderita diabetes tipe 2.

Tandanya: Kemerahan dan pembengkakan di area selangkangan, rasa terbakar, gatal, dan iritasi pada kepala penis.

Cara mencegahnya: Jaga area genital tetap kering. Jika mencurigai infeksi, segera periksa ke dokter kulit untuk mendapatkan krim atau losion antijamur.

6. Jock itch (kurap selangkangan)

Anda tidak harus atlet untuk terkena jock itch. Infeksi jamur ini sering dialami orang yang mudah berkeringat, tapi siapa pun bisa mengalaminya.

Tandanya: Kulit batang penis bersisik dan mengelupas, kemerahan di lipatan selangkangan, bisa menyebar ke paha atas dan membentuk ruam melingkar dengan bintil kecil di tepinya.

Cara mencegahnya: Pakai celana dalam longgar, jaga area genital tetap bersih dan kering.

Jika tidak membaik, dokter dapat menyarankan krim antijamur yang dijual bebas atau dengan resep.

Jika keluhan berlangsung lama, makin parah, atau disertai nyeri hebat, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke tenaga medis agar penyebabnya bisa ditangani dengan tepat.