Alami Rasa Nyeri di Area Sensitif Pria Saat Tidur, Berbahayakah?

Pria tidur dan mimpi
Pria tidur dan mimpi

 Menjadi pria dewasa berarti kita perlu semakin memahami diri sendiri, termasuk soal kesehatan area sensitif pria. Banyak masalah pada area ini yang bisa berkembang menjadi serius hanya karena kita kurang menyadarinya sejak awal.

Pada kondisi SRPE, seorang pria mengalami satu atau lebih ereksi selama tidur. Ereksi yang muncul saat tidur non-Rapid Eye Movement (REM), biasanya normal dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun ereksi yang muncul saat fase tidur REM justru dapat memicu nyeri hebat pada penis, sampai membangunkan penderitanya dari tidur dan membuatnya sulit kembali terlelap.

Perlu ditekankan bahwa nyeri yang dirasakan pada kondisi ini berbeda jauh dari rasa nyeri biasa karena posisi tidur yang salah saat sedang ereksi. Nyeri SRPE bisa begitu hebat sampai-sampai penderitanya tidak bisa kembali tidur dalam waktu lama. Akibatnya, pria yang mengalami kondisi ini sering merasa lelah, mudah marah, dan berisiko mengalami gangguan mental akibat kurang tidur.

Sebagian besar kasus SRPE baru muncul pada pria berusia 40 tahun ke atas, dan keluhan ini cenderung semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia. Proses diagnosis cukup menantang karena sering disalahartikan sebagai priapisme. Padahal, penanganan untuk priapisme biasanya tidak efektif untuk kondisi SRPE. Karena itu, diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan di laboratorium tidur.

Penyebab SRPE sendiri masih belum jelas. Karena kasusnya jarang, penelitian yang tersedia juga terbatas dan belum memberikan gambaran pasti. Namun hingga kini, faktor genetik belum ditemukan sebagai penyebab.

Karena penyebabnya belum diketahui, penanganannya pun lebih difokuskan pada pengurangan gejala. Dokter biasanya meresepkan antidepresan, yang dalam beberapa kasus dilaporkan cukup efektif. Ada juga pasien yang merespons baik terhadap beta-blocker.

Meski dianggap langka, pria yang mengalami gejala mirip SRPE sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau urolog.

Sebagian besar nyeri penis sebenarnya tidak seberat SRPE. Biasanya, nyeri ringan dapat membaik dengan penggunaan krim perawatan penis berkualitas tinggi (beberapa ahli merekomendasikan produk seperti Man1 Man Oil yang secara klinis dinilai aman untuk kulit).

Karena nyeri penis sehari-hari sering disebabkan kulit penis yang kering atau terlalu sering teriritasi, krim yang mengandung emolien premium seperti shea butter serta pelembap alami seperti vitamin E sangat dianjurkan. Akan lebih baik lagi jika krim tersebut juga mengandung vitamin C, karena vitamin ini membantu pembentukan kolagen yang berperan penting untuk menjaga kekencangan dan elastisitas kulit penis.