Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Alami Pelecehan Seksual: Nyaris Dicium Pria di Jalan
Seorang pria telah ditangkap di Meksiko setelah melakukan pelecehan seksual terhadap Presiden Claudia Sheinbaum (63) di jalan, saat menyapa para pendukung di dekat istana kepresidenan di Mexico City.
Insiden tak senonoh itu terjadi pada Selasa, 4 November, saat Sheinbaum, sedang berjalan kaki di Mexico City menjelang sebuah acara di Kementerian Pendidikan Publik, tiba-tiba seorang pria mendekatinya dari belakang, lapor The Associated Press.
Sebuah video AP yang merekam kejadian di luar Istana Nasional di pusat bersejarah kota tersebut, menunjukkan pria tersebut muncul dari kerumunan dan mencoba merangkul bahu Sheinbaum.
Pria itu kemudian tampak mencoba menyentuh pinggul dan dada sang Presiden, sambil mencoba mencium lehernya. Sheinbaum tetap diam hingga Juan José Ramírez Mendoza, kepala Direktorat Jenderal Bantuan Meksiko, berdiri untuk mencegah pria tersebut melakukan perbuatan tak senonoh itu.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum alami pelecehan seksual
El Universal melaporkan bahwa Sheinbaum mencoba meredakan situasi dan setuju untuk berfoto dengan pria tersebut sebelum ia melanjutkan kegiatannya.
"Ciuman, sentuhan, bukan hanya pelecehan, melainkan serangan seksual yang — menurut hukum pidana — dapat dihukum 1 hingga 6 tahun penjara," ujar jurnalis Meksiko Carlos Jiménez dalam terjemahan sebuah unggahan di X, yang menyertakan video insiden tersebut.
El Universal melaporkan bahwa penangkapan dilakukan sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan pria tersebut ditahan di Kantor Kejaksaan Investigasi Pelanggaran Seksual. Ia terancam didakwa dengan pelecehan dan kekerasan seksual.
Kronologi
Dalam konferensi pers paginya pada hari Rabu, 5 November, Sheinbaum mengumumkan bahwa ia telah mengajukan pengaduan terhadap terduga pelaku. Ia menambahkan bahwa hal itu didorong oleh pengalamannya sebagai seorang perempuan yang menjadi target pelecehan.
"Saya pernah mengalami ini sebelumnya, bukan sebagai presiden, sebagai wali kota, sebagai mahasiswa muda," kata Sheinbaum, sebagaimana dilaporkan El Sol de México. "Renungan saya adalah: jika saya tidak mengajukan pengaduan, bagaimana nasib semua perempuan di negara ini?"
"Saya mengajukan pengaduan atas insiden pelecehan yang saya alami kemarin di Mexico City. Harus jelas bahwa, selain menjadi presiden, ini adalah sesuatu yang dialami banyak perempuan di negara ini dan di dunia. Tidak seorang pun dapat melanggar tubuh dan ruang pribadi kita. Kami akan meninjau undang-undang agar kejahatan ini dapat dihukum di seluruh 32 negara bagian," ungkapnya
Sheinbaum menjelaskan bahwa insiden itu terjadi ketika ia dan timnya memutuskan untuk berjalan kaki dari Istana Nasional ke Kementerian Pendidikan untuk menghemat waktu. Ia mengatakan mereka dapat menempuh rute tersebut dalam lima menit, alih-alih naik mobil selama 20 menit.
Ia juga meminta negara-negara bagian di seluruh Meksiko untuk meninjau undang-undang dan prosedur mereka agar lebih mudah bagi perempuan untuk melaporkan serangan semacam itu dan mengatakan bahwa warga Meksiko perlu mendengar "dengan lantang dan jelas, tidak, ruang pribadi perempuan tidak boleh dilanggar".
32 negara bagian Meksiko dan Mexico City, yang merupakan entitas federal, semuanya memiliki hukum pidananya sendiri, dan tidak semua negara bagian menganggap pelecehan seksual sebagai kejahatan. "Seharusnya ini merupakan tindak pidana, dan kami akan meluncurkan kampanye," kata Sheinbaum
Insiden ini juga telah dikecam oleh otoritas pemerintah Meksiko lainnya.
Senator Malú Micher Camarena, yang merupakan presiden Komisi Kesetaraan Gender Senat, menggambarkannya sebagai "sama sekali tidak dapat diterima" dalam sebuah wawancara dengan El Sol de México.
"Jika mereka melakukan ini kepada Claudia Sheinbaum, mereka melakukannya kepada kita semua. Dia menyentuh tubuhnya tanpa persetujuan; itu adalah tindakan yang bertujuan untuk menyerang," kata Micher.
"Presiden Claudia Sheinbaum, kami bersama Anda. Anda adalah korban dari apa yang dialami banyak dari kami, dan Anda telah membelanya. Kami tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan tubuh Anda, mendekati Anda tanpa izin, atau membahayakan keselamatan Anda."