Ternyata Ada Perbedaan pada Organ Intim Pria yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Kita semua pasti pernah mendengar istilah penis grower dan shower. Shower dan grower mengacu pada seberapa besar pertambahan panjang organ intim pria saat ereksi dibanding keadaan normal.
Istilah "shower" mengacu pada organ intim pria yang panjangnya relatif sama ketika dalam keadaan normal (lembek) dan ereksi (keras). Sementara itu, istilah "grower" merujuk pada organ intim pria yang mengalami penambahan panjang signifikan saat ereksi dibanding saat dalam keadaan normal.
Lantas benarkah ada tipe grower dan shower? Menurut sejumlah ahli urologi seperti profesor urologi di Georgetown University, Rachel Rubin, M.D, dan penasihat medis Promescent, yang juga urolog di NYU Langone Health, Seth Cohen, M.D., menyebut bahwa pembagian ini memang ada benarnya.
Rubin menjelaskan seperti tinggi badan, berat badan, warna rambut, atau bentuk wajah, penis juga memiliki variasi bentuk dan ukuran. Ada yang bertambah panjang dan besar secara signifikan saat ereksi, ada juga yang perubahannya tidak terlalu mencolok. Semua itu normal dan tidak menentukan tingkat kepuasan, baik bagi pemiliknya maupun pasangannya.
Pada dasarnya, hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik. Ada yang memiliki ukuran relatif kecil saat tidak ereksi lalu membesar saat ereksi, dan ada pula yang sejak awal sudah terlihat lebih besar dalam kondisi tidak ereksi meski tetap akan membesar lagi saat ereksi, entah banyak atau sedikit.
Sebuah studi kecil tahun 2018 yang dipublikasikan di jurnal Nature mencoba meneliti lebih jauh soal grower dan shower. Peneliti mengukur ukuran penis partisipan dalam kondisi tidak ereksi dan ereksi.
Hasilnya, tidak ditemukan kaitan antara tipe grower atau shower dengan ras, riwayat merokok, penyakit penyerta, fungsi ereksi, maupun panjang penis saat tidak ereksi. Artinya, tidak ada cara pasti untuk memprediksi seseorang termasuk grower atau shower.
Apakah kondisi medis berpengaruh?
Beberapa kondisi medis memang bisa memengaruhi perbedaan ukuran antara kondisi tidak ereksi dan ereksi. Disfungsi ereksi, misalnya, dapat membuat ereksi kurang maksimal sehingga ukurannya tidak sebesar potensi seharusnya. Selain itu, tingkat elastisitas jaringan penis juga berbeda pada setiap orang. Faktor ini banyak dipengaruhi oleh kadar kolagen pada kulit dan jaringan tubuh, yang umumnya bersifat genetik.
Apakah seseorang bisa berubah dari grower menjadi shower?
Seperti yang diketahui banyak pria, ukuran penis saat tidak ereksi memang tidak selalu sama. Beberapa faktor bisa memengaruhi ukurannya, seperti suhu ruangan, air dingin, tingkat stres, atau aktivitas fisik.
Misalnya, saat berada di tempat hangat, organ intim pria dalam kondisi tidak ereksi bisa tampak lebih besar sehingga terlihat seperti shower. Sebaliknya, ketika terkena suhu dingin (fenomena yang sering disebut shrinkage), ukurannya bisa tampak lebih kecil sehingga terlihat seperti grower.
Bagaimana jika ingin memperbesar ukuran penis saat tidak ereksi secara permanen? Saat ini memang ada berbagai metode pembesaran penis, tetapi sebagian besar tidak terbukti aman atau efektif. Salah satu cara yang relatif masuk akal adalah menurunkan berat badan. Lemak berlebih di area perut dapat membuat sebagian batang penis ‘tersembunyi’, sehingga terlihat lebih kecil saat tidak ereksi.
Menurut Cohen, pria dengan lemak berlebih di perut bisa saja merasa dirinya tipe grower karena saat ereksi, panjang dan ketebalan sebenarnya baru terlihat jelas.