Hati-hati Osteoporosis Ternyata Silent Disease, Bahayakah?

Ilustrasi masalah tulang
Ilustrasi masalah tulang

Menjaga tulang tetap sehat penting dilakukan sepanjang hidup. Walaupun tulang mulai terbentuk sejak dalam kandungan dan masa anak-anak, kita tetap dianjurkan untuk terus memperkuat dan merawatnya saat dewasa. Kepadatan tulang mencapai puncaknya di usia 30, lalu mulai menurun.

Menurut survei pemindaian tulang dari Anlene™ terhadap lebih dari 400.000 orang di 16 kota di Indonesia, risiko osteoporosis meningkat rata-rata 20 persen setiap 10 tahun penambahan usia. 

Osteoporosis seringkali tanpa gejala hingga kerusakan tulang sudah terjadi. Bahkan osteoporosis disebut sebagai silent disease. Kok bisa? Terkait hal itu, Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), menjelaskan bahwa osteoporosis adalah kondisi ketika tulang menjadi rapuh dan keropos akibat berkurangnya kepadatan serta kualitas jaringan tulang. Hal ini bisa dipicu oleh proses penuaan, perubahan hormon, atau kurangnya asupan kalsium dan vitamin D.

”Penyakit ini disebut silent disease karena berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas. Penderita sering kali tidak menyadari pengeroposan tulang hingga terjadi patah tulang atau nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, jadi jangan tunggu nyeri datang atau menua dulu. Periksakan kepadatan tulang, penuhi nutrisi, dan bergerak aktif setiap hari. Pencegahan yang konsisten adalah kunci agar tetap bisa bergerak bebas hingga usia lanjut,” kata dia.

Tirza juga mengungkap tentang tanda osteoporosisi yang perlu diwaspadai. Dijelaskannya secara umum osteoporosis tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, beberapa orang dapat mengalami keluhan seperti mudah lelah, nyeri tulang atau sendi, sakit pada tulang punggung, lutut atau leher, penyusutan tinggi badan, serta tulang yang lebih rentan cedera atau patah, dan postur tubuh membungkuk.

Tirza juga menjelaskan bahwa osteoporosis bisa dicegah.Pencegahan osteoporosis dapat dimulai dengan menjaga pola makan sehat dan asupan nutrisi tulang yang optimal.

”Misalnya dari susu rendah lemak yang tinggi kalsium, yang diperkaya vitamin D, protein, dan kolagen. Selain itu, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, lakukan olahraga teratur setidaknya 150 menit per minggu. Pilih olahraga weight-bearing, yaitu aktivitas yang melibatkan beban tubuh sendiri. Salah satu yang paling mudah dilakukan adalah berjalan kaki 10.000 langkah setiap hari,” jelasnya.

Sejalan dengan pesan dari Tiirza untuk mencegah osteoporosis, President Director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran menyampaikan bahwa selama lebih dari 20 tahun, Anlene™ secara konsisten mengedukasi masyarakat Indonesia akan pentingnya pencegahan risiko osteoporosis dan mengajak masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.

”Sejak tahun lalu, Anlene™ mengkampanyekan gerakan Anlene™ OsteoWalk 10.000 Langkah yang mengajak semua generasi untuk berpartisipasi aktif melawan osteoporosis,” jelasnya.

Anlene™ OsteoWalk 10.000 Langkah akan dimulai di tiga kota besar: Medan, Jakarta, dan Surabaya. Informasi lengkap tersedia di media sosial @Anlene_Indonesia.