Kasus Bilqis Jadi Alasan Pemprov Bakal Awasi Ketat Area Publik, Sebar CCTV dan Satpol PP
Kasus penculikan Bilqis, bocah tiga tahun asal Makassar, memicu perhatian serius pemerintah daerah.
Bilqis hilang saat bermain di sekitar Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025), dan ditemukan enam hari kemudian di Jambi.
Polisi mengungkap Bilqis diculik untuk dijual dengan harga Rp3 juta di Makassar, dan nilainya meningkat hingga puluhan juta di luar daerah.
Kepulangan Bilqis ke Makassar pada Minggu (9/11/2025) disambut haru, sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak.
Fatmawati Rusdi Minta Pengawasan Diperketat di Area Publik
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengaku bersyukur Bilqis kembali ke pelukan keluarganya dalam kondisi selamat.
"Alhamdulillah anaknya selamat tanpa ada intimidasi, tanpa ada kekerasan," kata Fatmawati saat ditemui di Taman Makam Pahlawan, Senin (10/11/2025).
Fatmawati menyebut kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan di ruang publik, terutama area ramah anak.
Menurutnya, pemerintah akan menambah personel Satpol PP serta memperbanyak pemasangan CCTV di lokasi-lokasi strategis.
“Tentu kita harus lebih aware lagi agar kejadian ini tidak kejadian dua kali. Seperti misalnya di tempat-tempat publik area sebenarnya sudah ada CCTV, ada Wifi untuk memudahkan. Disiapkan itu biar bisa memantau dan memudahkan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kehadiran petugas keamanan di area publik.
“Kedepannya mungkin di tempat-tempat umum harus ada minimal security ataupun satpol pp ya,” sambungnya.
Pemkot Makassar Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Bilqis
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, turut menyambut kepulangan Bilqis di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani.
Bilqis resmi kembali ke keluarganya pada Minggu (9/11/2025) siang setelah proses pencarian intensif dilakukan oleh kepolisian.
“Kami dari Pemkot Makassar mengucapkan terima kasih sekali dengan kerja-kerja Polrestabes (Makassar) yang luar biasa, sehingga adik Bilqis kita kembali,” kata Ita.
Ita memastikan Pemkot Makassar akan memberikan pendampingan psikologis penuh bagi Bilqis dan keluarganya.
“Kalau soal pendampingan tentu ada, pasti. Karena kami juga punya posjaga, ada Konseling maupun Psikoteater, nanti kita akan lihat perkembangan Bilqis dan juga orang tuanya,” jelasnya.
Peringatan bagi Orang Tua untuk Lebih Waspada
Selain apresiasi, Ita juga mengingatkan seluruh orang tua agar lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Makassar agar selalu jagak anaknya, karena kalau kita tidak menjaga anakTa, inilah yang terjadi,” tegasnya.
Ia berharap kasus penculikan Bilqis menjadi peringatan bersama agar keamanan anak lebih diperhatikan.
“Semoga tidak terulang lagi dan semua warga lebih peka terhadap anak-anak di lingkungannya,” ujar Ita.
Polisi Lanjutkan Pemeriksaan Terhadap Pelaku dan Keluarga
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menegaskan pihaknya masih melanjutkan pemeriksaan terhadap anak, orang tua, dan para terduga pelaku.
“Walaupun anaknya sudah ditemukan, kami tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap anak, orang tuanya, dan para pelaku,” kata Arya di Mapolrestabes Makassar.
Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk menindak tegas jaringan pelaku yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan anak lintas daerah.
Kasus penculikan Bilqis membuka mata banyak pihak tentang pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan anak di ruang publik.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Belajar dari Kasus Penculikan Bilqis, Pemprov Sulsel Bakal Sebar CCTV dan Satpol PP di Area Publik" dan "Kadis DPPPA Makassar: Kalau Kita Tak Jaga AnakTa, Inilah yang Terjadi".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.