Dedi Mulyadi Siapkan “Kereta Petani dan Pedagang”, Angkut Hasil Bumi Lewat Rel Jabar

Kereta Petani dan Pedagang, Dedi Mulyadi, Jawa Barat, Kereta Petani, jawa barat, kereta petani dan pedagang, Dedi Mulyadi Siapkan “Kereta Petani dan Pedagang”, Angkut Hasil Bumi Lewat Rel Jabar, Dedi Mulyadi: Rel Khusus untuk Angkutan Petani, KAI Siapkan Delapan Unit Kereta Khusus Angkutan Rakyat, Dorongan Integrasi dengan Penggilingan Beras di Jalur Cirebon–Jakarta, Tahap Awal: Kereta Wisata Cianjur–Sukabumi Beroperasi Desember

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin kembali merumuskan langkah besar yang ditujukan untuk memperkuat sektor pertanian serta perdagangan rakyat di Jawa Barat.

Keduanya membahas rencana pengoperasian “Kereta Petani dan Pedagang”, sebuah moda angkutan berbasis rel yang disiapkan khusus untuk mempermudah distribusi hasil pertanian dan peternakan.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat. Diskusi difokuskan pada upaya menciptakan jalur logistik yang lebih efisien, hemat biaya, serta menekan penggunaan kendaraan angkutan berbahan bakar fosil.

Program ini juga diharapkan dapat menjawab masalah klasik dalam rantai pasok hasil bumi di daerah.

Dedi Mulyadi: Rel Khusus untuk Angkutan Petani

Dalam pembahasan itu, Dedi Mulyadi atau KDM mengusulkan pemanfaatan salah satu rel kereta yang telah ada di Jawa Barat untuk diprioritaskan sebagai jalur angkutan hasil bumi dan hewan ternak.

Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi terobosan logistik yang langsung menyentuh kebutuhan petani dan pedagang kecil.

“Saya ingin satu rel disiapkan khusus untuk petani dan pedagang. Jadi mereka bisa membawa hasil bumi langsung ke pasar tanpa mengganggu penumpang umum,” kata KDM, mengutip rilis Diskominfo Jabar.

Menurutnya, konsep ini akan mendorong pemerataan distribusi, menekan biaya angkut, sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

KAI Siapkan Delapan Unit Kereta Khusus Angkutan Rakyat

Usulan KDM mendapat sambutan positif dari Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin. Ia menyebut pihaknya sudah menyiapkan empat unit Kereta Petani dan Pedagang. Selain itu, KAI akan menambah empat unit lain yang dialokasikan khusus untuk wilayah Jawa Barat.

“Empat unit tambahan ini kami siapkan khusus untuk Jawa Barat. Produksinya segera kami jalankan,” ujar Bobby.

Ia menuturkan bahwa kereta tersebut akan didesain tanpa pendingin udara. Sistem AC dinilai tidak sesuai untuk mengangkut hewan ternak dan dapat membahayakan muatan.

“Presiden juga menyarankan agar kereta angkutan semacam ini tidak menggunakan AC karena dapat membahayakan hewan ternak seperti ayam atau domba,” ucapnya.

Dorongan Integrasi dengan Penggilingan Beras di Jalur Cirebon–Jakarta

KDM meyakini transportasi berbasis rel ini akan menjadi angin segar bagi petani, pedagang kecil, dan daerah penghasil komoditas utama seperti Subang, Indramayu, Cirebon, hingga Cianjur. Ia bahkan mendorong integrasi jalur kereta dengan fasilitas penggilingan beras di berbagai titik.

“Bayangkan kalau di dekat stasiun-stasiun seperti Subang, Indramayu, atau Cirebon dibuat penggilingan beras dekat stasiun, hasilnya bisa langsung naik kereta menuju Jakarta,” ujar KDM.

Gagasan tersebut langsung direspons oleh Bobby. Ia memastikan KAI siap memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna merealisasikan sistem angkutan barang berbasis rel tersebut.

“Baik, kita buat MOU untuk program angkutan distribusi barang,” kata Bobby.

Tahap Awal: Kereta Wisata Cianjur–Sukabumi Beroperasi Desember

Sebagai langkah awal dari revitalisasi jalur rel di Jawa Barat, KAI saat ini juga menyiapkan peluncuran Kereta Wisata Cianjur–Sukabumi pada Desember mendatang. Program ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas kawasan selatan Jawa Barat, sekaligus sinyal bahwa transportasi berbasis rel akan kembali menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Artikel ini tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Gagas “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Angkut Hasil Ternak dan Panen di Jabar

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.