Kunto Aji Suarakan Krisis Lingkungan Lewat ‘Manusia Terakhir di Bumi’, Simak Lirik Lengkapnya

Kunto Aji Suarakan Krisis Lingkungan Lewat ‘Manusia Terakhir di Bumi’, Simak Lirik Lengkapnya

Kunto Aji bersama grup musik IKLIM kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul “Manusia Terakhir di Bumi.”

Lagu ini menjadi salah satu bagian dari album kompilasi Sonic/Panic Vol. 3, yakni sebuah proyek musik yang mengangkat isu penting mengenai lingkungan dan perubahan iklim.

Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan bagaimana manusia kerap terlena dan melupakan tanggung jawabnya terhadap alam.

Pesan penyesalan dan harapan terasa kuat, seolah menjadi renungan atas hubungan manusia dengan bumi yang semakin rapuh.

“Manusia Terakhir di Bumi” menyadarkan pendengarnya bahwa manusia bukanlah penguasa alam, melainkan bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Ketika alam terluka, maka manusia lah yang akhirnya menanggung akibatnya.

Lirik Lengkap Lagu Manusia Terakhir di Bumi dari Kunto Aji

Teratai menua

Angin kering gersang

Retas batu karang

Tak lagi menopang

Waktu takkan terulang

Berjalan ke depan

Tua yang kau tanam

Atas seluruh alam

Langit terbelah

Hujan arang

Ku menari-menari di atas perih

Melihat langit, langit hitam

Melantunkan doa terakhir

Bait-bait pengampunan

Samar-samar menghempas daun

Kerasnya angin, angin berputar

Terbang melingkar untuk mengantar

Babak akhir kehidupan

Langit biru tiada batas

Air jernih membasuh kaki

Kupu-kupu hinggap di telunjuk jari

Hutan hijau yang memberimu nafas

Tanpa balas, tanpa balas

Tanah, air, udara, nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Langit terbelah

Hujan arang

Ku menari-menari di atas perih

Melihat langit, langit hitam

Melantunkan doa terakhir

Bait-bait pengampunan

Samar-samar menghempas daun

Kerasnya angin, angin berputar

Terbang melingkar untuk mengantar

Babak akhir kehidupan. (Far)