Purbaya Dapat Aduan Soal PNS Bea Cukai Nongkrong di Starbucks Ngomongin Bisnis, Bakal Dipecat
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah membuka jalur pengaduan bagi masyarakat via 'Lapor Pak Purbaya' di nomor WhatsApp 082240406600, terkait pelayanan perpajakan dan bea cukai.
Jalan dua hari, Purbaya pun membagikan hasil laporan masyarakat yang masuk ke kanal aduan tersebut. Salah satu yang menarik perhatiannya yakni soal laporan seorang whistleblower, yang mengadukan soal kelakuan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sering nongkrong di gerai coffee shop Starbucks.
Sang pelapor menceritakan bahwa PNS itu kerap nongkrong dengan memakai seragam PNS Bea Cukai setiap harinya. Isi pembicaraan yang kerap terdengar akibat suara keras dari si pegawai DJBC itu, seringkali membahas soal-soal terkait bisnis, mengamankan aset, hingga pengiriman mobil yang dilakukannya.
"Ada yang lapor, 'petugas Bea Cukai nongkrong di Starbucks buka laptop tiap hari yang dibicarakan bisnis, aset, gimana mengamankan aset, baru dapat kiriman mobil gimana jualnya, mohon ditindak'," kata Purbaya saat membacakan laporan tersebut kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Sekjen Kemenkeu
Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan segera menindak pegawai Bea Cukai ini. Dia bahkan memperingatkan agar pegawai Kementerian Keuangan tidak nongkrong di Starbucks apalagi di jam dan dengan memakai seragam kerja.
"Ini akan ditindak ya. Ini lengkap, tempatnya, alamatnya, lengkap. Jadi pasti bisa kita kejar," ujarnya.
Menkeu juga mengatakan bahwa apabila masih ada pegawai di jajaran Kemenkeu yang melakukan hal-hal semacam itu, maka Dia tidak akan segan memecat mereka. Sebab, Purbaya mengaku merasa diremehkan, karena sebelumnya sempat memberikan peringatan keras kepada para PNS Bea Cukai Kemenkeu.
"Walaupun saya sudah menggebrak-gebrak, artinya mereka memang enggak peduli. Dianggap saya main-main," kata Purbaya.
Karenanya, Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan mencari tahu dan mengejar pegawai Bea Cukai yang dimaksud dalam laporan aduan tersebut, bahkan tak menutup kemungkinan untuk memecatnya apabila terbukti bersalah.
"Enggak kira-kira lu. Saya akan pecat, saya persulit hidupnya," ujarnya.