Pembatasan Gawai pada Anak Tak Cukup dengan Aturan, Peran Keluarga Penting

Penggunaan gawai pada anak menjadi perhatian banyak pihak dalam beberapa tahun terakhir.
Akses yang semakin mudah terhadap perangkat digital dan media sosial membuat anak berpotensi menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar.
Karena itu, pemerintah mulai menerapkan berbagai kebijakan untuk membatasi akses digital bagi anak-anak.
Namun, peran keluarga tetap menjadi faktor penting dalam membantu anak mengelola penggunaan gawai secara sehat.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, mengatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan terdekat yang memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan anak, termasuk dalam penggunaan gawai.
“Tapi tetap saja tanggung jawab dalam hal ini (membatasi penggunaan gawai) ada juga di dalam orang-orang terdekat anak yaitu keluarga,” kata Romi, dikutip dari ANTARA, Kamis (12/3/2026).
Keluarga Berperan Penting dalam Pembatasan Gawai
Ia menjelaskan bahwa kondisi keluarga dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam.
Ada keluarga di mana kedua orang tua bekerja sehingga waktu pengawasan terhadap anak menjadi terbatas.
Meski demikian, orang tua tetap dapat menerapkan strategi sederhana di rumah untuk membantu anak mengurangi ketergantungan pada gawai.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan kegiatan alternatif yang menarik bagi anak.
Menurut Romi, membatasi penggunaan gawai tanpa menyediakan aktivitas pengganti justru dapat membuat anak merasa bingung atau frustrasi.
Sediakan Aktivitas Pengganti yang Menarik
Karena itu, orangtua dianjurkan untuk menciptakan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat anak.
Aktivitas tersebut tidak harus rumit, tetapi perlu dirancang agar anak merasa tertantang dan terlibat.
Misalnya, orangtua dapat mengajak anak membuat proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya, menulis cerita, atau melakukan pengamatan kecil terhadap lingkungan sekitar.
Anak juga bisa diajak membuat tulisan tentang hewan yang ditemukan di sekitar rumah atau mengumpulkan foto sebagai bahan cerita.
“Pada waktu ada orang yang menjaga anak kita, kita dari awal sudah bikin program. Misalnya dibuat tebak-tebakan atau apa atau membuat suatu proyek bersama kakak dan adik. Program ini harus dibuat sedemikian rupa supaya anak tertarik,” imbuh dia.
Kegiatan semacam ini tidak hanya membantu anak menjauh dari gawai, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta mendorong anak untuk lebih aktif secara fisik dan mental.
Ilustrasi anak bermain gawai. PBESI mengimbau orang tua aktif dampingi anak bermain gim Roblox demi cegah paparan konten negatif, sambil menekankan pentingnya edukasi digital parenting.
Orangtua Perlu Terlibat Secara Aktif
Selain menghadirkan aktivitas menarik, keterlibatan orang tua juga sangat penting.
Romi menekankan bahwa kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga perlu disertai interaksi dan stimulasi yang positif bagi anak.
“Orangtua berada dekat anak tapi tidak ikut involve (terlibat), itu pasti akan membuat anak enggak nyaman. Jangan hanya duduk secara fisik, tetapi juga memberikan stimulasi tertentu. Itu akan jadi menantang juga untuk anak,” imbuhnya.
Dalam beberapa situasi, pendampingan anak juga dapat dilakukan oleh pihak lain yang dipercaya, misalnya anggota keluarga atau pengasuh.
Namun, orang tua tetap perlu menyiapkan program kegiatan yang jelas agar anak tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat selama berada di rumah.
Gawai Tetap Bisa Dimanfaatkan Secara Bijak
Romi juga menilai bahwa penggunaan gawai tidak selalu berdampak negatif jika digunakan secara bijak.
Gawai masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar atau menambah pengetahuan, selama penggunaannya berada dalam pengawasan orang tua.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pada anak usia dini, pengalaman belajar secara langsung tetap lebih penting dibandingkan interaksi melalui layar.
“Pada anak usia dini terutama, apa yang dilakukan secara langsung itu menstimulasi, seperti motorik halusnya, kemampuan emosinya, kemampuan kognitifnya, itu jauh lebih baik dengan langsung daripada virtual,” ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang