Top 5+ Cara Membuat Anak Pemalu Lebih Percaya Diri Menurut Psikolog Anak

psikolog anak, tips parenting anak, membangun kepercayaan diri anak, cara membangun percaya diri pada anak, bagaimana tips membangun percaya diri, 5 Cara Membuat Anak Pemalu Lebih Percaya Diri Menurut Psikolog Anak, 1. Biarkan anak mengeksplorasi dunia, 2. Peran orangtua tidak terlalu dan tidak kurang, 3. Intonasi dan ekspresi jadi kunci membangun rasa aman, 4. Hindari kalimat yang menjatuhkan, 5. Kepercayaan diri tumbuh dari rasa bisa

Setiap anak memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan dirinya.

Ada yang mudah bergaul dan percaya diri, ada juga yang butuh waktu lebih lama untuk merasa nyaman. Tak jarang orangtua menjadi khawatir, ketika anaknya sulit bersosialisasi.

Psikolog anak dan praktisi play therapy, Dr. Anastasia Satriyo, M.Psi, menjelaskan, rasa malu bukan hal negatif. Justru dari sanalah orangtua bisa membantu anak membangun dasar kepercayaan diri, lewat cara mendampingi dan memberi ruang eksplorasi sejak dini.

"Untuk membantu anak supaya mereka bisa bertumbuh menjadi anak yang enggak pemalu. Pertama, di umur masih bayi, setahun dua tahun, ikuti saja tahap perkembangan motorik mereka," katanya dalam acara peluncuran Lexus edisi spesial BT21, di Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).

Sejatinya, kepercayaan diri tidak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari pola asuh yang memberi ruang bagi anak untuk mencoba, mengalami, dan merasa aman ketika gagal.

Berikut beberapa tips dari Anastasia untuk membangun percaya diri anak yang pemalu dan bisa diterapkan orangtua di rumah.

Cara membangun percaya diri anak pemalu

1. Biarkan anak mengeksplorasi dunia

psikolog anak, tips parenting anak, membangun kepercayaan diri anak, cara membangun percaya diri pada anak, bagaimana tips membangun percaya diri, 5 Cara Membuat Anak Pemalu Lebih Percaya Diri Menurut Psikolog Anak, 1. Biarkan anak mengeksplorasi dunia, 2. Peran orangtua tidak terlalu dan tidak kurang, 3. Intonasi dan ekspresi jadi kunci membangun rasa aman, 4. Hindari kalimat yang menjatuhkan, 5. Kepercayaan diri tumbuh dari rasa bisa

Psikolog anak dan praktisi play therapy, Dr. Anastasia Satriyo, M.Psi, dalam acara peluncuran Lexus edisi spesial BT21, di Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).

Lebih lanjut, banyak orangtua tanpa sadar menanamkan rasa takut dalam diri anak karena terlalu khawatir. 

"Kadang kalau misalnya kita terlalu parno kayak, 'eh jangan nanti jatuh', itu kan nanti mereka langsung dengar," ucapnya.

Justru, dari ekspresi wajah atau nada suara seperti itu anak akan menangkap sinyal kalau eksplorasi itu berbahaya dan lama-lama anak juga takut untuk mencoba. 

Anastasia menegaskan, membangun percaya diri anak bukan berarti membiarkan sepenuhnya, melainkan mendampingi dengan kehadiran yang menenangkan.

Misalnya, saat anak bermain di playground, orangtua bisa tetap berada di dekatnya agar anak merasa aman, tapi tidak langsung menolong ketika ia menghadapi tantangan kecil.

2. Peran orangtua tidak terlalu dan tidak kurang

Dalam pandangannya, kunci parenting yang sehat ada pada keseimbangan.

Parenting dan kesehatan mental itu mirip kayak lagu dangdut Roma Irama, segala yang terlalu itu nggak baik,” katanya.

"Jadi kayak terlalu nggak diberi kesempatan mencoba nggak baik, terlalu kayak 'masa gitu aja nggak bisa' juga nggak bisa. Jadi yang tengah-tengah tepat ya harus trial (coba) and error (gagal) mencoba untuk mereka punya pengalaman," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami tahap tumbuh kembang anak agar ekspektasi orangtua tidak berlebihan.

Misalnya, anak usia di bawah lima tahun lebih butuh latihan motorik dan eksplorasi fisik dibanding kemampuan sosial yang kompleks.

"Jadi enggak usah terlalu yang berharap dia bisa kayak, 'ayo bagi-bagi ini sama temannya' gitu. Jadi supaya mereka tidak bertumbuh jadi pemalu, benar-benar orangtuanya harus punya knowledge (pengetahuan)," tambahnya. 

3. Intonasi dan ekspresi jadi kunci membangun rasa aman

psikolog anak, tips parenting anak, membangun kepercayaan diri anak, cara membangun percaya diri pada anak, bagaimana tips membangun percaya diri, 5 Cara Membuat Anak Pemalu Lebih Percaya Diri Menurut Psikolog Anak, 1. Biarkan anak mengeksplorasi dunia, 2. Peran orangtua tidak terlalu dan tidak kurang, 3. Intonasi dan ekspresi jadi kunci membangun rasa aman, 4. Hindari kalimat yang menjatuhkan, 5. Kepercayaan diri tumbuh dari rasa bisa

Bagaimana membangun percaya diri anak yang pemalu? Ini 5 tipsnya menurut psikolog anak.

Selain memberi ruang eksplorasi, Anastasia mengingatkan bahwa nada suara dan ekspresi wajah orangtua sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak.

“Intonasi suara kita harus ramah. Misalnya, ‘kamu takut ya? Yuk ibu temenin.’Jadi nuansa bicara kita tuh warm (hangat) gitu sama mereka,” jelasnya.

Anak-anak, kata Anastasia, belajar dari ekspresi nonverbal orangtua. Jika wajah orangtua tampak marah, jijik, atau meremehkan, anak bisa merasa tidak diterima.

"Jadi kalau kita mukanya yang terlalu kayak melotot banget atau kayak jijik gitu. Itu bikin mereka jadi enggak percaya diri sih. Jadi kayak apa pun tahap mereka kalau kita mukanya 'oke kita coba lagi', gitu ya. Nanti lama-lama mereka akan berkembang," tambahnya.

4. Hindari kalimat yang menjatuhkan

Menurut Anastasia, kata-kata orangtua yang tanpa sadar terucap bisa menurunkan rasa percaya diri anak.

“Kalimat seperti ‘kamu pasti enggak bisa’, ‘gitu aja kok takut’, atau ekspresi wajah yang merendahkan, itu pelan-pelan membentuk keyakinan dalam diri anak kalau dia enggak mampu,” ungkapnya.

Anak yang sering mendengar kata-kata negatif cenderung tumbuh dengan keraguan pada dirinya sendiri. Bahkan untuk hal sederhana, seperti menumpahkan air, reaksi orangtua yang berlebihan bisa berdampak besar.

"Jadi juga penting kayak masalahnya apa, reaksi orangtua tuh setara jangan kayak dia cuman numpahin gelas, reaksi kita tuh kayak, ini rumah dibakar gitu loh, tapi kan kadang kita enggak sadar apalagi kalau kita juga bertemu sama orangtua yang mungkin punya anger issue (masalah amarah)," paparnya. 

5. Kepercayaan diri tumbuh dari rasa bisa

Memasuki usia sekolah dasar, kepercayaan diri anak semakin dipengaruhi oleh perasaan mampu.

"Di usia SD lebih penting mereka merasa bisa akan sesuatu. Jadi bukan penting juaraannya. Tapi ngerasa bisa akan sesuatu, misal mereka ikut basket, berenang. Jadi cari apa yang dia merasa bisa," tuturnya.

Karena itu, penting bagi orangtua untuk memberi anak kesempatan mencoba berbagai kegiatan dan menemukan hal yang disukainya. 

Membangun percaya diri anak tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh waktu, kesabaran, dan pendampingan hangat dari orangtua.

"Otak anak itu kan kayak otot. Jadi mereka bekerja dengan repetisi, diulang-ulang aja, oke dicoba lagi," tutupnya.

Dengan membiarkan anak bereksplorasi, menjaga nada suara yang lembut, dan memberi kepercayaan untuk mencoba hal baru, anak-anak belajar bahwa dirinya mampu, dan dari sanalah kepercayaan diri mereka tumbuh.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.