Ini Skill yang Mulai Dipelajari Banyak Ibu dan Wanita agar Lebih Mandiri dan Percaya Diri

Ilustrasi ibu rumah tangga (IRT)
Ilustrasi ibu rumah tangga (IRT)

 Peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, kini semakin berkembang. Tidak sedikit yang mulai membangun usaha sendiri dari rumah, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga produk kesehatan. Namun dalam perkembangannya, banyak yang mulai menyadari bahwa kemampuan menjalankan usaha tidak cukup hanya mengandalkan produk yang bagus.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, para perempuan kini mulai mempelajari berbagai keterampilan baru agar usaha mereka bisa berkembang lebih jauh. Skill seperti branding, pemasaran digital, komunikasi, hingga pengelolaan keuangan menjadi kemampuan yang semakin penting dipahami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha ultra mikro yang aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan bisnis. Mereka tidak lagi hanya fokus mencari modal usaha, tetapi juga berusaha meningkatkan kualitas diri agar bisa bersaing dan naik kelas.

Salah satu kemampuan yang kini banyak dipelajari adalah cara membangun identitas produk atau branding. Banyak pelaku usaha rumahan sebelumnya hanya menjual produk seadanya tanpa memikirkan tampilan visual, kemasan, maupun strategi promosi. Padahal, branding menjadi salah satu faktor penting agar produk lebih mudah dikenal dan dipercaya konsumen.

Selain itu, pemasaran digital juga menjadi keterampilan yang mulai dipelajari banyak ibu dan wanita. Perubahan pola belanja masyarakat membuat media sosial dan platform digital menjadi tempat utama untuk memasarkan produk. Karena itu, memahami cara membuat konten, memotret produk, hingga berinteraksi dengan pelanggan kini menjadi nilai tambah besar.

Hal tersebut juga dirasakan Yuliana Dewi Putri, salah satu pelaku usaha herbal drink yang mengikuti program pemberdayaan usaha. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

“Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok,” ungkapnya.

Tak hanya soal pemasaran, kemampuan public speaking dan rasa percaya diri juga menjadi tantangan bagi banyak perempuan pelaku usaha. Sebagian besar masih merasa minder saat harus memperkenalkan produknya di depan banyak orang atau mempresentasikan bisnis mereka.

Padahal, keberanian berbicara dan membangun relasi menjadi salah satu kunci penting dalam dunia usaha. Dengan komunikasi yang baik, peluang untuk memperluas jaringan dan mendapatkan pasar baru menjadi lebih besar.

Kemampuan mengatur keuangan juga termasuk skill yang kini semakin banyak dipelajari para ibu rumah tangga yang memiliki usaha. Banyak usaha kecil sulit berkembang karena keuangan pribadi dan bisnis masih tercampur. Akibatnya, pelaku usaha kesulitan mengetahui keuntungan maupun perkembangan usahanya sendiri.

Karena itu, pelatihan mengenai pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan modal, hingga strategi pengembangan usaha mulai dianggap penting. Perubahan kecil seperti disiplin mencatat pemasukan dan pengeluaran ternyata bisa memberi dampak besar terhadap keberlangsungan bisnis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program pendampingan seperti Mekaarpreneur yang dijalankan oleh PNM juga memperlihatkan bahwa pengembangan kapasitas diri memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan usaha perempuan. Pendekatan ini membantu pelaku usaha memahami bahwa naik kelas bukan hanya soal modal, tetapi juga soal pola pikir, keberanian, dan kemauan belajar.

Kini, semakin banyak ibu dan wanita yang mulai sadar bahwa belajar skill baru bukan lagi sekadar pilihan tambahan. Di era digital seperti sekarang, kemampuan beradaptasi justru menjadi modal penting agar bisa berkembang, mandiri, dan memiliki peluang usaha yang lebih besar di masa depan.