2 Kebiasaan Kecil yang Bisa Menjaga Perasaan Pasangan Menurut Psikolog

menjaga perasaan pasangan, 2 Kebiasaan Kecil yang Bisa Menjaga Perasaan Pasangan Menurut Psikolog

Kejujuran sering dianggap sebagai fondasi utama dalam hubungan yang sehat.

Selain kejujuran, empati dan pertimbangan terhadap perasaan pasangan juga tak kalah penting.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada kalanya seseorang memilih untuk tidak menyampaikan semua hal secara blak-blakan demi menghindari luka yang tidak perlu.

Bukan berarti berbohong atau menutupi hal penting, melainkan menyampaikan sesuatu dengan cara yang lebih bijaksana dan penuh perhatian.

Psikolog sosial Mark Travers menjelaskan bahwa dalam hubungan yang sehat, pasangan sering kali melakukan penyesuaian kecil untuk menjaga keharmonisan dan menunjukkan kepedulian terhadap satu sama lain.

Berikut dua kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga perasaan pasangan, seperti dikutip dari Psychology Today.

1. Menghargai usaha pasangan, meski hasilnya belum sempurna

Setiap orang ingin merasa dihargai atas usaha yang telah dilakukan. Karena itu, memberikan apresiasi kepada pasangan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat hubungan.

Misalnya, pasangan memasak makanan favorit Anda tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.

Dalam situasi seperti ini, fokus pada niat dan usaha yang telah diberikan sering kali lebih penting daripada mengkritik kekurangannya.

Menghargai usaha pasangan bukan berarti mengabaikan kejujuran.

Jika memang ada masukan yang perlu disampaikan, lakukan dengan cara yang lembut dan membangun, bukan dengan komentar yang berpotensi melukai perasaan.

Sikap ini dapat membantu pasangan merasa dihargai dan termotivasi untuk terus menunjukkan perhatian dalam hubungan.

2. Tidak memperbesar kekurangan kecil yang sebenarnya tidak penting

Tidak ada hubungan yang bebas dari kekurangan. Setiap orang memiliki kebiasaan atau karakter yang terkadang dapat membuat pasangannya merasa kesal.

Namun, psikolog menilai bahwa pasangan yang bahagia umumnya mampu membedakan mana masalah yang benar-benar penting dan mana yang hanya gangguan kecil sehari-hari.

alih terus menyoroti hal-hal sepele, mereka memilih untuk lebih fokus pada kualitas positif yang dimiliki pasangan.

Misalnya, kebiasaan lupa meletakkan barang pada tempatnya mungkin terasa mengganggu, tetapi belum tentu perlu dijadikan sumber konflik berulang.

Melepaskan hal-hal kecil yang tidak berdampak besar pada hubungan dapat membantu mengurangi ketegangan dan menciptakan suasana yang lebih hangat.

Menjaga perasaan bukan berarti mengabaikan kejujuran

Meski demikian, menjaga perasaan pasangan bukan berarti menutupi masalah yang serius.

Hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan, komitmen, keuangan, atau keputusan penting tetap perlu dibicarakan secara terbuka.

Yang membedakan adalah cara menyampaikannya. Kejujuran yang disertai empati biasanya lebih mudah diterima dibandingkan kejujuran yang disampaikan secara kasar atau tanpa mempertimbangkan perasaan pasangan.

Pada akhirnya, hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara keterbukaan dan kepedulian.

Menghargai usaha pasangan serta tidak memperbesar kekurangan kecil mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan-kebiasaan inilah yang sering membantu menjaga kehangatan dan keharmonisan dalam hubungan jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang