Jangan Diam Saja, Ini 7 Cara Mencegah Seseorang Bunuh Diri Menurut Psikolog
Bagaimana cara mencegah teman atau anggota keluarga yang ingin bunuh diri? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, selain mengajaknya bicara.
Adapun fenomena bunuh diri masih menjadi isu kesehatan mental yang serius di Indonesia, tapi dianggap tabu untuk dibicarakan. Alhasil, masih banyak yang merasa canggung dan bingung untuk mencegahnya.
Psikolog Clement Eko Prasetio, M.Psi. yang berpraktik di Indopsycare, mengatakan, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah orang lain bunuh diri, sebagai seorang support system.
Cara mencegah seseorang bunuh diri
1. Ajak ngobrol
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah sering mengajak ngobrol orang yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri.
Sebab, berdasarkan three-step theory of suicide alias 3 ST, mereka selalu merasa tidak terkoneksi dengan orang lain.
“Ketika dia merasa tidak terkoneksi dengan orang lain maka cara efektifnya adalah ngobrol dengan orang itu. Ngobrol secara terbuka,” tutur Clement kepada Kompas.com, Senin (8/9/2025).
2. Tak perlu menghindari topik kematian
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Clement melanjutkan, kamu juga tidak perlu takut untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kematian atau bunuh diri, ketika topik tersebut dituturkan oleh mereka.
Sering kali, ketika topik tentang kematian atau bunuh diri muncul, kebanyakan orang bakal menghindarinya dengan mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
“Cuma kadang-kadang itu menjadi tidak baik (menghindari topik tentang kematian). Kenapa? Karena tidak memvalidasi perasaan si teman kita ini. Jadi, alangkah baiknya kita terbuka untuk membicarakan tentang bunuh diri,” jelas Clement.
Obrolan bisa seputar apa yang membuat mereka merasa sangat sedih, emosi yang dirasakan saat ini, dan apa yang membuat mereka merasa memiliki pemikiran untuk bunuh diri.
3. Hilangkan akses terhadap benda atau zat berbahaya
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Selain komunikasi dan topik obrolan, cara selanjutnya adalah memastikan mereka tidak memiliki akses ke benda atau zat berbahaya yang bisa digunakan untuk bunuh diri.
“Contohnya tali tambang, racun-racun seperti racun tikus atau obat nyamuk, obat-obatan yang bisa membuat overdosis, itu sebisa mungkin dihilangkan,” ucap Clement.
Menurut dia, keluarga berperan penting dalam menghilangkan akses terhadap benda atau zat berbahaya ini.
4. Bicarakan masa depan yang realistis
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Tindakan pencegahan berikutnya adalah menumbuhkan harapan dengan membicarakan tentang masa depan yang realistis.
Jangan beri harapan palsu atau janji kosong, tetapi harapan tentang sesuatu yang nyata dan sesuai dengan kondisi orang tersebut.
"Misalnya, kalau dia mau lulus S1, kita bisa berkata, ‘Eh, kamu kan pintar banget di bidang ini. Kamu bisa lho lewatin ini (keinginan untuk bunuh diri), kamu dulu bisa ngelewatin mata kuliah yang susah banget dengan bersusah payah. Sekarang coba lagi untuk berjuang bareng-bareng’," kata Clement.
5. Jangan menghakimi dengan agama
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Clement menyampaikan, agama terkadang membantu menolong seseorang yang ingin bunuh diri, tetapi terkadang juga tidak membantu.
Ia menambahkan, ada orang-orang yang menggunakan agama untuk mencegah orang yang ingin bunuh diri, salah satunya dengan menyarankan mereka untuk selalu bersyukur karena sudah diberi banyak berkah oleh Tuhan.
“Itu malah kadang-kadang terdengar menyebalkan buat orang yang mau bunuh diri. Sebaiknya hindari kalimat-kalimat ‘kurang bersyukur’. Boleh bawa-bawa agama, tapi harus memilih kontennya,” tutur Clement.
Misalnya, kamu bisa mengingatkan orang yang ingin bunuh diri akan kisah Nabi, sahabat Nabi, atau ayat kitab suci yang membahas tentang perjuangan melewati masa-masa sulit.
“Aku pikir, di semua agama ada tentang perjuangan. Meskipun capek, enggak apa-apa untuk istirahat. Itu yang ditekankan, bukan tentang harus bersyukurnya,” ujar dia.
6. Hadir untuk mereka
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Selanjutnya, psikolog Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi. yang berpraktik di lembaga Jaga Batin di Bandung, Jawa Barat, menyarankan agar kita hadir untuk mereka.
“Hadir ketika mereka membutuhkan pendampingan, mengawasi perilaku-perilaku yang tidak wajar seperti sering emosional, tidak bersemangat, sering berbicara ingin mati, dan melukai diri sendiri,” tutur Adelia.
7. Katakan hal-hal yang disukai
Mencegah bunuh diri bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mendengarkan dan mengajak ngobrol. Berikut cara selengkapnya menurut psikolog.
Mengatakan hal-hal yang disukai orang tersebut bisa cukup efektif dalam membantu mencegah keinginan mereka untuk bunuh diri.
Misalnya, setelah memvalidasi perasaan orang tersebut, kamu bisa mengatakan, ‘Tapi kamu belum pernah coba soto ini lho, yang katanya pengin kamu coba dari lama’ atau ‘Manga One Piece belum tamat lho’.
Menurut Clement, cara tersebut sama dengan memberikan harapan ke orang yang ingin bunuh diri.
Sementara itu, menurut Adelia, hal-hal yang disukai bisa jadi harapan positif bagi mereka.
“Hal-hal yang disukai dan disayang seseorang bisa menjadi bentuk mereka memiliki harapan positif terkait kondisi dirinya,” tutur Adelia.
Catatan:
Depresi bukanlah hal sepele. Jika mempunyai tendesi bunuh diri atau butuh teman curhat, hubungilah beberapa kontak di . Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, dan klinik kesehatan jiwa.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.