Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Kasus bunuh diri ibu dan anak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya bagi para ibu. 

Psikolog Clement Eko Prasetio, M.Psi. mengatakan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar para ibu bisa lebih sehat secara emosional, fisik, dan sosial.

“Kita perlu juga menjaga kesehatan fisik, kesehatan finansial, kesehatan emosional, kesehatan spiritual, dan kesehatan sosial,” ucap Clement saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/9/2025).

Cara menjaga kesehatan mental ibu

1. Menjaga kesehatan fisik

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Berkaca dari kasus bunuh diri di Bandung, simak beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu menurut psikolog.

Clement mengatakan, para ibu sebaiknya tidak memperhatikan kesehatan mental saja, lalu cuek dengan kesehatan fisik. Baik ibu rumah tangga maupun ibu pekerja, mereka perlu aktif secara fisik.

Clement mengimbau untuk meluangkan waktu agar tetap bisa berolahraga. Jenis olahraganya tidak perlu yang rumit. Jalan kaki pada pagi hari sambil menikmati sinar matahari pun boleh dilakukan.

“Dan makan yang sehat. Kalau stres, sebisa mungkin tetap makan makanan yang sehat. Jangan jajan makanan yang tidak mengandung gizi seimbang,” kata psikolog yang berpraktik di Indopsycare ini.

2. Mengelola finansial dengan bijak

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Berkaca dari kasus bunuh diri di Bandung, simak beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu menurut psikolog.

Sebisa mungkin para ibu pintar dalam mengatur finansial agar neraca keuangan tetap sehat. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Clement memahami kondisi ekonomi saat ini sedang memprihatinkan. Supaya finansial tetap aman, ibu perlu berkomunikasi dengan pasangan dan anak jika sudah punya anak.

Sebab, kesehatan finansial juga berkaitan dengan kesehatan emosional. Dengan demikian, uang sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan primer, seperti kebutuhan dapur dan operasional rumah.

Kebutuhan dapur pun sebisa mungkin dibeli di pasar tradisional karena harganya biasanya lebih murah dibandingkan di pasar swalayan. Untuk operasional rumah, menghemat listrik bisa membantu menghemat pengeluaran.

3. Merawat emosi

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Berkaca dari kasus bunuh diri di Bandung, simak beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu menurut psikolog.

Kesehatan emosional erat kaitannya dengan kemampuan berkomunikasi. Ibu perlu terbuka kepada pasangan ketika menghadapi masalah.

4. Jangan lupakan me time

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Berkaca dari kasus bunuh diri di Bandung, simak beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu menurut psikolog.

Untuk menjaga emosi tetap stabil, jangan lupakan me time.

“Enggak harus muluk-muluk, enggak harus belanja. Kalau kebetulan punya hobi yang sifatnya sendirian, silakan dilakukan. Misalnya hobi masak, silakan masak. Hobi merajut juga silakan,” kata Clement.

Mengurus rumah tangga harus dilakukan oleh suami dan istri. Jika ada pekerjaan rumah yang bisa dilakukan oleh suami, ibu bisa memanfaatkan waktu untuk me time agar tidak lelah secara emosional.

“Misalnya berkebun, mengamati bintang-bintang, atau cuma duduk melamun selama setengah jam di teras rumah pun boleh banget dilakukan. Tapi itu (me time) perlu dilakukan secara rutin,” tutur Clement.

5. Menjaga kesehatan spiritual

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Berkaca dari kasus bunuh diri di Bandung, simak beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu menurut psikolog.

Indonesia adalah negara dengan aspek agama yang cukup kuat. Clement menyarankan agar ibu membangun kesehatan spiritual dengan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan agama yang dianut.

“Misalnya berdoa, membaca buku-buku yang terkait dengan agama kita, aktif di kehidupan keagamaan, dan meyakini bahwa segala sesuatu sudah direncanakan oleh yang lebih besar daripada kita,” terangnya.

6. Menjaga kesehatan sosial

bunuh diri, mencegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental, kesehatan mental ibu, cegah bunuh diri, menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga, menjaga kesehatan mental ibu, ibu bunuh diri, kasus bunuh diri bandung, Cegah Bunuh Diri, Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog, 1. Menjaga kesehatan fisik, 2. Mengelola finansial dengan bijak, 3. Merawat emosi, 4. Jangan lupakan me time, 5. Menjaga kesehatan spiritual, 6. Menjaga kesehatan sosial

Berkaca dari kasus bunuh diri di Bandung, simak beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu menurut psikolog.

Kesehatan sosial juga penting untuk dirawat. Para ibu tetap harus punya teman. Lawan stigma yang mengatakan bahwa perempuan tidak akan punya teman ketika sudah berumah tangga.

“Memang semakin dewasa, jumlah teman kita memang semakin sedikit, tapi itu sesuatu yang wajar,” ucap Clement.

Ibu bisa kembali menjalin komunikasi dengan para sahabat saat masa-masa sekolah atau kuliah, atau sahabat di tempat kerja.

Bisa pula menjalin pertemanan lewat komunitas, entah itu komunitas khusus para ibu, atau komunitas gym, pilates, atau yoga.

“Cobalah aktif di komunitas dan bangun pertemanan di sana karena itu penting untuk menjaga kesehatan secara sosial,” tutur Clement.

Pentingnya berinteraksi dengan orang lain

Perihal menjaga kesehatan sosial, psikolog Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi. yang berpraktik di lembaga Jaga Batin di Bandung, menekankan betapa pentingnya bagi ibu untuk berinteraksi dengan orang lain.

Interaksi dengan suami, anak, teman kerja, dan tetangga diperlukan karena ibu rentan mengalami stres akibat peran dan beban kerja yang lebih banyak.

“Interaksi bukan berarti interaksi yang kita minta direspons, tapi tujuannya adalah untuk kita terkoneksi dengan orang lain. Jadi bukan kita bercerita dan kita minta mereka untuk merespon,” kata Adelia saat dihubungi pada Senin.

Ibu bisa membicarakan apapun, termasuk kegiatan sehari-hari. Sekadar menyapa pun sudah termasuk sebagai interaksi dengan orang lain.

“Makanya ibu sangat dianjurkan untuk bisa punya lingkaran pertemanan, seperti mungkin sesama wali murid kalau di sekolah, dengan sesama tetangga yang usia anaknya sepantaran, dengan sesama IRT (ibu rumah tangga) atau ibu pekerja, atau mungkin yang punya hobi sama,” pungkas Adelia.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.