Hindari Kalimat Ini Saat Mencegah Orang yang Ingin Bunuh Diri Menurut Psikolog

bunuh diri, ingin bunuh diri, cara mencegah orang yang ingin bunuh diri, mengakhiri hidup, tips mencegah bunuh diri, cara menenangkan orang yang ingin mati, mencegah orang yang ingin bunuh diri, mencegah orang bunuh diri, Hindari Kalimat Ini Saat Mencegah Orang yang Ingin Bunuh Diri Menurut Psikolog

Mengobrol termasuk cara mencegah orang yang ingin bunuh diri. Namun, adakah kalimat yang sebaiknya dihindari atau tidak diucapkan di depan mereka?

Psikolog Clement Eko Prasetio, M.Psi. yang berpraktik di Indopsycare, mengatakan, mengobrol membuat seseorang merasa terkoneksi secara sosial dan hal itu sangat diperlukan.

Ada banyak hal yang bisa diucapkan dalam obrolan tersebut, termasuk kalimat yang dapat menenangkan dan mengurangi keinginan mereka untuk bunuh diri.

Namun, tidak semua kalimat tepat untuk diucapkan. Alih-alih menenangkan, sebuah kalimat bisa semakin mendorong mereka untuk melakukan niatnya. 

Hindari kalimat ini saat mencegah orang yang ingin bunuh diri

Mengatakan mereka kurang bersyukur dan beribadah

bunuh diri, ingin bunuh diri, cara mencegah orang yang ingin bunuh diri, mengakhiri hidup, tips mencegah bunuh diri, cara menenangkan orang yang ingin mati, mencegah orang yang ingin bunuh diri, mencegah orang bunuh diri, Hindari Kalimat Ini Saat Mencegah Orang yang Ingin Bunuh Diri Menurut Psikolog

Mengucapkan kalimat yang salah dapat membuat orang semakin ingin bunuh diri. Simak penjelasan psikolog tentang apa saja yang sebaiknya dihindari.

Clement menuturkan, hal sebaiknya tidak diucapkan saat menenangkan teman atau anggota keluarga yang ingin bunuh diri yaitu: Mereka kurang bersyukur.

“Yang pasti tidak boleh dikatakan adalah tentang agama dan dibilangnya kurang bersyukur, harus lebih banyak beribadah. Itu sebaiknya jangan dikatakan,” ujar Clement saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/9/2025).

Agama memang bisa membantu menolong seseorang yang ingin bunuh diri, tetapi terkadang tidak membantu.

Kata-kata seperti, “Kamu kurang bersyukur” atau, “Kamu kurang beribadah” dapat membuat orang yang ingin bunuh diri semakin tersudut.

Lebih lanjut, tidak ada yang bisa mengukur sebanyak apa rasa syukur seseorang terhadap apa pun yang terjadi dalam hidupnya.

Selain itu, tidak ada yang benar-benar mengetahui apakah seseorang rajin beribadah atau tidak.

“Itu akan membuat dia tersudut dan merasa tidak didengarkan. Padahal, orang yang mau bunuh diri butuh didengarkan. Orang mau terkoneksi ketika merasa didengarkan,” terang Clement.

“Kalau belum apa-apa kita langsung menceramahi dia dengan menyebut kurang bersyukur, itu malah dia tidak didengarkan, rasa terkoneksinya semakin hilang, dan malah keinginan untuk bunuh dirinya semakin kuat,” sambung dia.

Memberikan mereka harapan palsu

bunuh diri, ingin bunuh diri, cara mencegah orang yang ingin bunuh diri, mengakhiri hidup, tips mencegah bunuh diri, cara menenangkan orang yang ingin mati, mencegah orang yang ingin bunuh diri, mencegah orang bunuh diri, Hindari Kalimat Ini Saat Mencegah Orang yang Ingin Bunuh Diri Menurut Psikolog

Mengucapkan kalimat yang salah dapat membuat orang semakin ingin bunuh diri. Simak penjelasan psikolog tentang apa saja yang sebaiknya dihindari.

Menumbuhkan harapan dengan membicarakan tentang masa depan merupakan salah satu cara untuk mencegah seseorang ingin bunuh diri.

Akan tetapi, hindari membicarakan harapan palsu. Bicarakan harapan tentang sesuatu yang nyata dan sesuai dengan kondisi orang tersebut.

“Jangan tiba-tiba kita kasih harapan, ‘Nanti kamu bisa dapat Rp 5 miliar!’ padahal dia masih kuliah S1 dan sedang berjuang dengan skripsi. Itu terlalu tidak realistis,” ucap Clement.

Sebaiknya, ucapkan kalimat-kalimat penuh harapan yang sesuai dengan realita, seperti berikut ini:

  1. "Kamu masih skripsian dan dosennya selalu nyariin kamu. Paling tidak, kamu bisa ketemu dulu dengan dosennya besok."
  2. "Kamu waktu itu bisa melewati mata kuliah yang sulit dengan penuh perjuangan. Berarti sekarang pun kamu bisa melewati masa-masa sulit yang sedang dihadapi. Yuk berjuang bersama-sama."
  3. "Katanya kamu suka soto. Gimana kalau kita datengin setiap tukang soto untuk cari tahu mana yang paling cocok di lidah?"

Catatan:

Depresi bukanlah hal sepele. Jika mempunyai tendesi bunuh diri atau butuh teman curhat, hubungilah beberapa kontak di Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, dan klinik kesehatan jiwa.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.