Kampanye Digital ‘Langit Biru’ Ubah Wajah Tangerang
Upaya menuju kota cerdas dan ramah lingkungan kembali digaungkan melalui kegiatan Jalan Sehat “Generasi Bersih 2025 – Ayok Tangerang Langit Biru (TLB)” yang diselenggarakan oleh Veritas Edukasi Lingkungan pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Acara yang digelar di Lapangan Mini Soccer Suvarna Sutera, Kabupaten Tangerang ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kecamatan Sindang Jaya, serta Alam Sutera Group sebagai mitra pengembang kawasan berkelanjutan.
Kegiatan jalan sehat sejauh 2,4 kilometer ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga kampanye kolaboratif lintas sektor yang menyoroti pentingnya inovasi teknologi hijau dan edukasi digital dalam pengelolaan sampah. Lebih dari 2.000 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan plogging, pameran edukasi, hingga kompetisi sekolah.
Dalam sambutannya, Nurhadi Wardoyo, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menegaskan bahwa gerakan “Langit Biru” merupakan langkah nyata untuk menekan polusi udara dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Kampanye Digital
“Kami terus mendorong daerah untuk mengelola sampah secara konsisten dan terintegrasi. Kampanye seperti ini penting agar masyarakat paham dampak pembakaran sampah terhadap udara dan kesehatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 10 Oktober 2025.
Sejak Maret 2025, Veritas Edukasi Lingkungan telah aktif menjalankan program edukasi berbasis ruang digital di Kecamatan Sindang Jaya. Melalui media sosial, video interaktif, dan platform pembelajaran online, Veritas menghadirkan konten edukatif tentang pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Program ini telah menjangkau 16 sekolah dari tingkat SD hingga SMA, serta berbagai komunitas warga dan tempat ibadah.
Benedict Wermter, Direktur Veritas Edukasi Lingkungan sekaligus jurnalis asal Jerman yang dikenal lewat akun @bulesampah, mengatakan bahwa ruang digital menjadi jembatan utama dalam menyebarkan kesadaran lingkungan di era modern.
“Kami percaya perubahan bisa dimulai dari layar kecil di tangan kita. Edukasi digital memberi akses yang luas agar masyarakat paham bahwa sampah memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan visi Tangerang Langit Biru. Ia menekankan bahwa inovasi teknologi harus diimbangi dengan kesadaran sosial dan tanggung jawab lingkungan.
“Kita perlu membangun generasi yang sadar teknologi sekaligus peduli lingkungan. Ini kunci menuju kota cerdas dan hijau,” tegasnya.
Sementara itu, Tri Tamtomo, Ketua Pelaksana Ayok TLB 2025 sekaligus perwakilan Alam Sutera Group, menegaskan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyebut kampanye “Langit Biru” sejalan dengan visi pemerintah untuk Indonesia Bebas Sampah 2030.
“Kami ingin setiap inovasi properti yang kami kembangkan selaras dengan misi keberlanjutan dan integrasi teknologi ramah lingkungan,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Veritas Edukasi Lingkungan menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan literasi lingkungan di seluruh Indonesia. Dengan dukungan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, Tangerang kini bergerak menuju smart city yang tak hanya modern, tapi juga bernafas hijau dan bersih.