Survei Pengecekan Tulang di 16 Kota di Indonesia: 50 Persen Peserta Berisiko Osteoporosis

Ilustrasi masalah tulang pada lansia
Ilustrasi masalah tulang pada lansia

Kesehatan tulang menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Baru-baru ini berdasarkan pemeriksaan bone scan yang dilakukan pada periode Agustus 2025-Meni 2025 terhadap lebih dari 500 ribu orang di 16 kota di Indonesia menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Diketahui lebih dari 50 persen peserta mengalami osteoporosis.

Dari data tersebut, ditemukan bahwa Gen X memiliki risiko osteoporosis sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial, dan hampir 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan Gen Z. Khusus di Jakarta, lebih dari 60 persen peserta terdeteksi berisiko mengalami osteoporosis, dan mereka yang jarang berjalan kaki memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi dibandingkan yang aktif berjalan kaki.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan harus dimulai sejak dini. Aktivitas seperti berjalan 10.000 langkah setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan tulang, sendi dan otot agar tetap aktif bergerak hingga usia lanjut.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, menyampaikan bahwa dua dari lima penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis, sehingga hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong pencegahan sejak dini.

”Sejak 2002, Kementerian Kesehatan bersama PEROSI dan mitra strategis seperti Anlene terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah osteoporosis, mengingat penyakit ini merupakan silent disease dan dapat memengaruhi produktivitas masyarakat Indonesia,” kata Nadia.

Nadia juga menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong pencegahan melalui aktivitas fisik teratur serta pemenuhan nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan protein.Gerakan Anlene OsteoWalk 10.000 yang merupakan kolaborasi bersama Perosi merupakan bagian dari upaya bersama membangun kesadaran masyarakat untuk pentingnya melakukan olahraga 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama 5 hari.

”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena akan mendorong masyarakat untuk aktif bergerak, sehat, dan tetap produktif hingga usia lanjut,” kata dia.

Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), menjelaskan bahwa osteroporosis sering disebut sebagai silent disease, sebab osteoporosis hampir tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat meningkatkan risiko patah tulang yang bisa mengganggu kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Karena itu, penting untuk melakukan pencegahan sejak dini.

“Aktivitas sederhana seperti berjalan atau melakukan latihan weight bearing dapat membantu menjaga kepadatan tulang, memperkuat sendi, dan meningkatkan daya tahan otot. Mari jadikan gaya hidup aktif, pemenuhan nutrisi, dan pemeriksaan tulang secara rutin sebagai kebiasaan karena kesehatan adalah investasi terbaik yang bisa kita lakukan,” kata dia.

Sementara itu, president director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran menyampaikan bahwa selama lebih dari 20 tahun, dari generasi ke generasi, Anlene secara konsisten memberikan edukasi dan mengkampanyekan pentingnya mencegah Osteoporosis dan aktif bergerak.

”Hasil survei terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota di Indonesia menunjukkan bahwa mereka yang minum Anlene memiliki risiko osteoporosis 2 (dua) kali lebih rendah dibanding yang tidak minum Anlene. Kami bangga dapat kembali menghadirkan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah di Jakarta, setelah sebelumnya sukses digelar di Medan. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan pencegahan sejak usia muda karena ini sangat penting, tetap aktif bergerak, dan rutin minum Anlene dua kali sehari,” kata dia.

Setelah Jakarta, semangat aktif bergerak program ini akan dilanjutkan ke Surabaya untuk mengajak lebih banyak masyarakat Indonesia bergerak aktif bersama melawan osteoporosis. Diharapkan dengan kampanye ini, masyarakat akan lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan tulang, sekaligus mengajak keluarga mereka untuk tetap aktif dan merawat tulang setiap hari.