Persahabatan yang Kuat Ternyata Bisa Memperlambat Penuaan

penuaan, Persahabatan yang Kuat Ternyata Bisa Memperlambat Penuaan

Hubungan pertemanan yang kuat ternyata juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, hingga memperlambat proses penuaan.

Sebuah penelitian dari para peneliti di Cornell University menunjukkan bahwa kehidupan sosial yang kaya, termasuk hubungan dengan teman, keluarga, dan komunitas, dapat memengaruhi proses penuaan biologis di tingkat sel.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan jaringan sosial yang kuat cenderung memiliki penuaan biologis yang lebih lambat serta kesehatan otak yang lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial terbatas.

Hubungan sosial membantu memperlambat penuaan biologis

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang hangat dan suportif dapat memengaruhi mekanisme biologis dalam tubuh. 

Salah satunya adalah melalui apa yang disebut sebagai epigenetic clock, yaitu sistem biologis yang berperan dalam mengatur proses penuaan sel.

Profesor psikologi di Cornell University, Anthony Ong menjelaskan, kualitas hubungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang.

“Kelebihan sosial kumulatif berkaitan dengan kedalaman dan luasnya hubungan sosial yang dimiliki seseorang sepanjang hidup,” kata Ong, seperti dikutip Real Simple, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, para peneliti menilai beberapa aspek penting dalam kehidupan sosial seseorang, seperti dukungan emosional dari keluarga, kedekatan dengan komunitas, serta hubungan dengan teman.

“Kami melihat empat aspek utama, kehangatan dan dukungan dari orangtua saat tumbuh besar, keterhubungan dengan lingkungan dan komunitas, keterlibatan dalam komunitas keagamaan, serta dukungan emosional dari teman dan keluarga,” jelas Ong.

Menurut penelitian tersebut, jaringan sosial yang kaya dapat berkaitan dengan tingkat peradangan tubuh yang lebih rendah serta risiko penyakit kronis yang lebih kecil.

penuaan, Persahabatan yang Kuat Ternyata Bisa Memperlambat Penuaan

Ilustrasi mengobrol dengan teman.

Hubungan sosial yang kuat berkaitan dengan kesehatan otak

Selain memengaruhi penuaan sel, hubungan sosial juga berperan dalam menjaga kesehatan otak.

Peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial kuat cenderung memiliki usia otak yang lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka.

Hal ini terjadi karena interaksi sosial membantu menjaga fungsi kognitif, merangsang aktivitas mental, serta memberikan dukungan emosional yang penting untuk kesehatan mental.

Jaringan sosial yang kuat juga berkaitan dengan jalur biologis penting seperti sistem peradangan, sistem hormon stres, dan fungsi saraf.

Ketika seseorang memiliki dukungan sosial yang baik, tubuh cenderung lebih mampu mengelola stres dan menjaga keseimbangan sistem biologis tersebut.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membantu menurunkan risiko penurunan fungsi otak dan penyakit neurodegeneratif.

Efek positif pertemanan muncul dari hubungan jangka panjang

Penelitian ini juga menemukan bahwa manfaat kesehatan dari hubungan sosial tidak terjadi secara instan.  Dampaknya justru terlihat dari hubungan yang terbangun secara konsisten sepanjang hidup.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya meneliti satu faktor sosial, seperti pernikahan, penelitian ini menilai hubungan sosial secara lebih luas dan menyeluruh.

“Yang menarik adalah efek kumulatifnya, sumber daya sosial ini saling menumpuk seiring waktu,” ungkap Ong.

“Ini bukan hanya soal memiliki teman hari ini, tetapi bagaimana hubungan sosial kamu tumbuh dan semakin dalam sepanjang hidup. Akumulasi itulah yang membentuk perjalanan kesehatan seseorang,” lanjut dia.

Kualitas hubungan sosial yang terus terpelihara dari masa muda hingga usia lanjut dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Hubungan sosial perlu dirawat seperti investasi jangka panjang

Para peneliti juga menekankan bahwa hubungan sosial perlu dipelihara secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ong menggambarkan hubungan sosial seperti investasi keuangan yang memberikan hasil seiring waktu.

“Anggaplah hubungan sosial seperti rekening tabungan pensiun. Semakin awal kamu mulai berinvestasi dan semakin konsisten kamu berkontribusi, semakin besar pula manfaat yang akan didapatkan di masa depan,” ujarnya.

Hal ini berarti menjaga pertemanan, tetap terhubung dengan keluarga, serta aktif dalam komunitas dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dan memperlambat penuaan.

Pada akhirnya, pertemanan yang kuat bukan hanya memberikan rasa bahagia, tetapi juga dapat membantu tubuh dan otak tetap sehat lebih lama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang