Top 10+ Orang Terkaya Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Punya Tambang Emas Pribadi

Ilustrasi kaya
Ilustrasi kaya

Kekayaan Elon Musk, Jeff Bezos, dan Bernard Arnault sering jadi sorotan dunia karena harta yang mereka miliki melampaui angka triliunan dolar. Namun, sejarah mencatat bahwa jauh sebelum ada saham, startup, dan teknologi modern, para penguasa dan pengusaha besar telah menguasai perekonomian dunia dengan cara yang luar biasa. 

Bukan hanya kaya, tetapi mengendalikan sumber daya negara dan kekuatan ekonomi global pada zamannya bahkan menjadi simbol supremasi ekonomi lintas zaman. Kekayaan mereka bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan pengaruh politik, kendali sumber daya alam, dan kemampuan menggerakkan dunia dengan keputusan pribadi. 

Mengutip dari Starinsider, berikut ini sepuluh orang terkaya sepanjang sejarah yang kekayaannya jauh di atas harta para miliarder saat ini. Siapa saja mereka? Simak.

10. John D. Rockefeller (1839–1937)

John D. Rockefeller adalah pendiri Standard Oil, perusahaan raksasa yang pada puncaknya menguasai 90% industri minyak Amerika Serikat. Ia menjadi miliarder pertama di dunia sekaligus orang Amerika terkaya sepanjang masa.

Kekayaannya berasal dari strategi bisnis agresif dan monopoli minyak yang mengubah wajah industri modern. Namun di akhir hidupnya, Rockefeller memilih jalur filantropi. Ia mendirikan Universitas Chicago dan Rockefeller Foundation, dua lembaga yang masih berdiri kokoh hingga kini. Warisannya bukan hanya kekayaan, tetapi juga perubahan sosial melalui pendidikan dan penelitian.

9. Andrew Carnegie (1835–1919)

Lahir sebagai imigran miskin asal Skotlandia, Andrew Carnegie mengubah nasib lewat industri baja Amerika. Setelah mendirikan Carnegie Steel Company, ia menjualnya ke J.P. Morgan dan mengantongi kekayaan setara 2% dari ekonomi AS kala itu atau setara US$667 miliar jika dikonversi ke nilai hari ini.

Carnegie meyakini bahwa kekayaan besar harus dikembalikan ke masyarakat. Ia mendanai pembangunan ribuan perpustakaan umum, universitas, hingga gedung konser ikonik seperti Carnegie Hall. Ia meninggal setelah menyumbangkan 90% hartanya untuk kemanusiaan.

8. Catherine the Great (1729–1796)

Sebagai penguasa Rusia yang memerintah selama lebih dari tiga dekade, Catherine the Great bukan hanya memperluas wilayah kekaisaran, tetapi juga memperkuat perekonomiannya. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$1,5 triliun jika disesuaikan dengan nilai uang saat ini.

Ia mengendalikan tanah luas, hasil bumi, dan jutaan tenaga kerja. Namun, Catherine juga dikenal karena kecintaannya pada seni dan ilmu pengetahuan. Di bawah kepemimpinannya, Rusia mengalami kemajuan budaya besar-besaran dan menjadi pusat peradaban Eropa Timur.

7. Augustus Caesar (63 SM–14 M)

Sebagai kaisar pertama Kekaisaran Romawi, Augustus Caesar tidak hanya memegang kendali politik tetapi juga ekonomi global kala itu. Ia memerintah pada masa Pax Romana yang membawa stabilitas dan kemakmuran.

Augustus menguasai kekayaan pribadi yang nilainya kini diperkirakan mencapai USD 5,8 triliun, termasuk wilayah Mesir yang dijadikan harta pribadinya. Kekayaannya datang dari pajak, hasil perang, dan penguasaan jalur perdagangan dunia. Dengan kekuatan politik dan ekonomi yang nyaris absolut, ia menjadi salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

6. Joseph Stalin (1878–1953)

Meski Stalin tidak memiliki kekayaan pribadi secara resmi, kekuasaannya atas Uni Soviet membuatnya mengendalikan ekonomi senilai sekitar USD 11 triliun. Sebagai diktator yang memerintah dengan tangan besi selama tiga dekade, ia memiliki kendali penuh atas industri, sumber daya alam, hingga tenaga kerja.

Uniknya, Stalin hidup sederhana dan tidak mengumpulkan harta pribadi. Namun, kendali totalnya atas perekonomian negara membuatnya memiliki kekuasaan finansial yang lebih besar daripada miliarder manapun.

5. Empress Wu Zetian (624–705)

Wu Zetian adalah satu-satunya perempuan yang berhasil menjadi kaisar di Tiongkok. Ia memimpin dengan tangan kuat dan mengubah sistem kekuasaan berbasis keluarga menjadi meritokrasi. Di bawah pemerintahannya, ekonomi Tiongkok berkembang pesat berkat perdagangan Jalur Sutra dan sistem pajak yang efisien.

Kekayaannya diperkirakan setara USD 25 triliun saat ini. Wu Zetian memanfaatkan sumber daya negara untuk membangun proyek besar dan mendukung perkembangan budaya serta pendidikan, menjadikannya simbol kekuasaan sekaligus kecerdasan politik.

4. Akbar I (1542–1605)

Akbar yang Agung adalah penguasa ketiga Kekaisaran Mughal di India dan dikenal karena kemampuan administratif serta kebijakan toleransinya. Ia menguasai ekonomi setara seperempat PDB dunia, dengan estimasi kekayaan mencapai USD 30 triliun.

Pendapatannya berasal dari pajak pertanian, perdagangan rempah, dan hasil industri tekstil. Akbar menggunakan kekayaannya untuk membangun infrastruktur, seni, dan pendidikan, menjadikan India salah satu peradaban terkaya di masanya.

3. Emperor Shenzong (1048–1085)

Kaisar Shenzong dari Dinasti Song memimpin Tiongkok dalam masa yang dikenal sebagai Peaceful Prosperity. Di bawah kepemimpinannya, Tiongkok menguasai lebih dari sepertiga ekonomi dunia. Nilai kekayaannya diperkirakan mencapai USD 44,5 triliun.

Shenzong menggunakan kekuasaan finansialnya untuk reformasi sosial, membantu kaum miskin, dan memperkuat pertanian serta perdagangan. Kekayaannya bukan hanya simbol kejayaan, tapi juga alat untuk memajukan kesejahteraan rakyatnya.

2. Genghis Khan (1162–1227)

Sebagai pendiri Kekaisaran Mongol, Genghis Khan menguasai wilayah terbesar dalam sejarah. Dengan wilayah seluas 13,5 juta kilometer persegi, ia mengendalikan kekayaan setara USD 120 triliun saat ini. Namun, Genghis terkenal karena tidak menimbun harta.

Ia membagikan hasil rampasan perang kepada pasukannya dan hidup sederhana. Meskipun demikian, kekuasaannya atas perdagangan dan sumber daya dunia membuatnya menjadi sosok yang sangat berpengaruh hingga kini.

1. Mansa Musa (1280–1337)

Mansa Musa, penguasa Kerajaan Mali di Afrika Barat, dikenal sebagai orang terkaya sepanjang sejarah manusia. Kekayaannya bersumber dari tambang emas terbesar di dunia yang ia kuasai. Saat melakukan perjalanan haji ke Mekah tahun 1324, Musa membagikan begitu banyak emas di Mesir hingga menyebabkan inflasi besar.

Nilai kekayaannya dianggap tak terhitung dan diyakini mencapai ratusan triliun dolar dalam nilai sekarang. Ia membangun masjid, universitas, dan pusat pendidikan yang menjadikan Mali salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia pada zamannya.

Dari Rockefeller hingga Mansa Musa, setiap tokoh ini membuktikan bahwa kekayaan sejati tidak hanya diukur dari harta, tetapi juga dari pengaruh dan warisan yang mereka tinggalkan. Anda mungkin mengenal para miliarder modern, namun sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan ekonomi terbesar justru lahir dari pemimpin yang mampu menguasai sumber daya global. Kekayaan mereka bukan sekadar angka, melainkan kekuatan yang membentuk dunia seperti yang Anda kenal hari ini.