Top 10+ Orang Terkaya di Indonesia Awal Februari 2026 Versi Forbes: Taipan Kalimantan Masih Nomor 1

Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong, orang terkaya di Indonesia, Michael Hartono, 10 Orang Terkaya di Indonesia Awal Februari 2026 Versi Forbes: Taipan Kalimantan Masih Nomor 1, 1. Prajogo Pangestu, 2. Low Tuck Kwong, 3. Robert Budi Hartono, 4. Michael Hartono, 5. Sri Dato Tahir, 6. Otto Toto Sugiri, 7. Sri Prakash Lohia, 8. Marina Budiman, 9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, 10. Agoes Projosasmito 

Forbes The Real-Time Billionaires List secara berkala memperbarui daftar orang terkaya di dunia, termasuk Indonesia.

Konglomerat asal Bengkayang, Kalimantan Barat Prajogo Pangestu menduduki peringkat pertama orang terkaya di Tanah Air.

Pada Selasa (10/2/2026), harta kekayaan pendiri PT Barito Pacific tersebut mencapai 29 miliar dollar AS atau sekitar Rp 486 triliun.

Forbes juga menempatkan pengusaha kelahiran Singapura, Low Tuck Kwong, di posisi ke-2 orang terkaya di Indonesia pada awal Februari 2026.

Harta pendiri PT Bayan Resources tersebut mencapai 20,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 344 triliun.

Selain Prajogo dan Low Tuck Kwong, masih ada sejumlah konglomerat yang masuk daftar orang terkaya awal Februari 2026 di Indonesia versi Forbes.

Siapa sajakah mereka?

10 Orang Terkaya di Indonesia Awal Februari 2026 Versi Forbes

10 besar orang terkaya di Indonesia pada awal Februari 2026 tidak berbeda jauh dengan bulan sebelumnya.

Posisi lima besar masih diisi oleh Prajogo, Low Tuck Kwong, Bud Hartono, Michael Hartono, dan Sri Dato Tahir.

Perubahan hanya terjadi di peringkat 8-10. Marina Budiman naik ke posisi 8 menggeser Haryanto Tjiptodiharjo.

Sementara itu, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono naik ke peringkat 9 yang sebelumnya ditempati oleh Marina Budiman.

Kemudian, peringkat ke-10 ditempati oleh Agoes Projosasmito yang pada akhir Januari 2026 tidak masuk daftar orang terkaya di Indonesia.

Ini artinya, ada satu nama yang terlempar keluar dari daftar, yaitu Haryanto Tjiptodiharjo.

Dilansir dari laman resmi Forbes, media keuangan asal AS ini membuat peringkat orang terkaya dengan melacak naik-turunnya kekayaan orang terkaya di dunia setiap hari. 

Platform yang disediakan Forbes menyediakan pembaruan berkelanjutan tentang kekayaan bersih dan peringkat setiap individu yang dikonfirmasi oleh media ini sebagai miliarder. 

Nilai kepemilikan publik individu diperbarui setiap 5 menit saat pasar saham masing-masing buka dan akan ada penundaan 15 menit untuk harga saham. 

Individu yang kekayaannya sangat terkait dengan perusahaan swasta akan memiliki kekayaan bersih yang diperbarui sekali sehari. 

Dalam kasus seseorang memiliki saham di perusahaan swasta yang mencapai 20 persen atau lebih dari kekayaan bersihnya, nilai perusahaan akan disesuaikan sesuai dengan indeks pasar khusus industri atau wilayah yang disediakan oleh mitra Forbes di FactSet Research Systems jika tersedia. 

Berdasarkan metodologi tersebut, berikut 10 orang terkaya di Indonesia awal Februari 2026 versi Forbes: 

1. Prajogo Pangestu

  • Profil: pendiri PT Barito Pacific (perusahaan petrokimia)
  • Kelahiran: Bengkayang, Kalimantan Barat
  • Nilai kekayaan:
    • 32,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 547 triliun per 26 Januari 2026
    • 29 miliar dollar AS atau sekitar Rp 487 triliun per 10 Februari 2026.

2. Low Tuck Kwong

  • Profil: pendiri perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources
  • Kelahiran: Singapura
  • Nilai kekayaan:
    • 23,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 390 triliun per 26 Januari 2026
    • 20,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 344 triliun per 10 Februari 2026.

3. Robert Budi Hartono

  • Profil: pemilik BCA dan pendiri Djarum
  • Kelahiran: -
  • Nilai kekayaan: 
    • 20,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 346 triliun per 26 Januari 2026
    • 20,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 342 triliun per 10 Februari 2026.

4. Michael Hartono

  • Profil: pemilik BCA dan pendiri Djarum
  • Kelahiran: Kudus, Jawa Tengah
  • Nilai kekayaan: 
    • 19,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 333 triliun per 26 Januari 2026
    • 19,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 329 triliun per 10 Februari 2026.

5. Sri Dato Tahir

  • Profil: pendiri Grup Mayapada yang bergerak di bidang kesehatan, real estate, dan perbankan
  • Kelahiran: Surabaya, Jawa Timur
  • Nilai kekayaan: 
    • 10,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 180 triliun per 26 Januari 2026
    • 10,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 176 triliun per 10 Februari 2026.

6. Otto Toto Sugiri

  • Profil: CEO sekaligus pendiri PT DCI Indonesia Tbk (pusat data Tier IV)
  • Kelahiran: Bandung, Jawa Barat
  • Nilai kekayaan:
    • 9,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 159 triliun per 26 Januari 2026
    • 9,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 162 triliun per 10 Februari 2026.

7. Sri Prakash Lohia

  • Profil: pendiri perusahaan tekstil dan petrokimia PT Indo-Rama Synthetics dan PT Indorama Corporation
  • Kelahiran: Kolkata, India
  • Nilai kekayaan:
    • 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 140 triliun per 26 Januari 2026
    • 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 141 triliun per 10 Februari 2026.

8. Marina Budiman

  • Profil: salah satu pendiri dan Presiden Komisaris perusahaan pusat data DCI Indonesia
  • Kelahiran: -
  • Nilai kekayaan:
    • 6,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 113 triliun per 26 Januari 2026
    • 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 117 triliun per 10 Februari 2026.

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

  • Profil: pemilik saham mayoritas di Bumitama Agri, produsen minyak kelapa sawit yang terdaftar di bursa Singapura
  • Kelahiran: -
  • Nilai kekayaan: 
    • 6,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 107 triliun per 26 Januari 2026
    • 5,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 97 triliun per 10 Februari 2026.

10. Agoes Projosasmito 

  • Profil: Presiden komisaris Amman Mineral Internasional, salah satu perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar di Indonesia.
  • Kelahiran: -
  • Nilai kekayaan: 
    • 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 95 triliun per 10 Februari 2026.

Daftar 10 orang terkaya di Indonesia awal Februari 2026 versi Forbes ini mencerminkan dinamika kekayaan para konglomerat nasional seiring pergerakan pasar global, harga komoditas, dan kinerja perusahaan, dengan posisi yang dapat berubah setiap waktu mengikuti pembaruan data Forbes.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang