Chip AI Laris Manis, SK Hynix Raup Laba dan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Lonjakan permintaan dan kenaikan harga chip mendorong kinerja SK Hynix melesat tajam pada kuartal I-2026. Produsen chip asal Korea Selatan ini berhasil membukukan laba dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah seiring industri teknologi global berbondong-bondong mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan keuangan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 52,58 triliun won atau US$35,55 miliar atau sekitar Rp 615,1 triliun (estimasi kurs Rp 17.300 per dolar AS). Angka ini melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan untuk pertama kalinya menembus level 50 triliun won.
Laba operasional mencapai 37,61 triliun won atau meningkat lima kali lipat secara year on year (yoy) atau setara hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Margin operasional perusahaan menyentuh rekor tertinggi sebesar 72 persen.
“SK Hynix mencatat bahwa meskipun kuartal pertama biasanya menjadi periode musiman yang melemah, permintaan tetap kuat karena meningkatnya investasi pada infrastruktur AI,” tulis Manajemen SK Hynix dalam laporan resmi dikutip dari CNBC Internasional, Kamis, 23 April 2026.
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kinerja solid ini tidak lepas dari lonjakan permintaan chip memori, khususnya high-bandwidth memory (HBM), yang menjadi komponen utama dalam pusat data AI. SK Hynix saat ini merupakan pemasok utama HBM untuk perusahaan teknologi global, termasuk produsen chip AI terkemuka.
HBM merupakan bagian dari kategori dynamic random access memory (DRAM) yang banyak digunakan pada server, komputer, hingga perangkat mobile. Tingginya permintaan terhadap teknologi ini turut mendorong kenaikan harga memori secara global.
SK Hynix juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar HBM dengan pangsa sekitar 57 persen. Meski tidak dipungkiri bahwa persaingan semakin ketat seiring langkah agresif para pesaing seperti Samsung Electronics dan Micron dalam mengembangkan teknologi serupa.
Samsung mulai mengirimkan chip HBM generasi terbaru, yaitu HBM4, kepada sejumlah pelanggan sejak awal tahun ini. Teknologi ini diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem AI generasi berikutnya.
Di sisi lain, pasar DRAM secara keseluruhan juga mencatat pertumbuhan signifikan. Data Counterpoint Research menunjukkan pasar DRAM tumbuh sekitar 30 persen secara kuartalan dalam dua periode terakhir, didorong kenaikan harga memori.
Ketua SK Group, Chey Tae-won, memperkirakan kekurangan wafer chip dapat berlangsung hingga tahun 2030 karena kapasitas produksi belum mampu mengimbangi permintaan. Kondisi ini turut memicu kekhawatiran pasokan chip global.
Analis Counterpoint Research, MS Hwang, mengatakan kinerja perusahaan memori pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan profitabilitas yang kuat. Ia menyoroti permintaan chip untuk AI jauh lenih besar dari prediksinya.
“Hasil kuartal pertama menunjukkan profitabilitas yang kuat dan mengungkap bahwa kebutuhan memori untuk AI jauh lebih besar dari perkiraan, sehingga perusahaan berlomba mengamankan pasokan,” ungkap Hwang.
Hwang menambahkan, perusahaan dapat menghadapi beberapa kendala jika konflik di Timur Tengah berlanjut hingga melewati kuartal kedua. Jika kondisi ini tidak mengalami perubahan maka pasokan bahan-bahan penting pembuatan semikonduktor seperti helium akan terganggu.
Manajemen SK Hynix tetap mewaspadai potensi risiko dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Gangguan terhadap pasokan bahan penting seperti helium berpotensi memengaruhi rantai pasok semikonduktor walaupun dampaknya diperkirakan tidak bersifat jangka panjang.
"Skenario seperti itu dapat berdampak kritis pada seluruh rantai pasokan AI meskipun diperkirakan tidak akan menjadi masalah jangka panjang," beber Hwang.
Ke depan, meskipun laju kenaikan harga memori diprediksi melambat pada paruh kedua tahun ini, laba SK Hynix diyakini tetap akan tumbuh seiring tingginya kebutuhan industri terhadap teknologi AI.