Kasus Penculikan Marak di Tanah Air, Mabes Polri Lakukan Ini
Kasus penculikan anak yang belakangan marak di berbagai daerah membuat Mabes Polri mengambil langkah cepat dan strategis.
Kasus seperti Bilqis di Makassar, Alvaro Kiano di Jakarta Selatan, hingga Gaby di Tangerang menjadi sorotan publik dan mendorong polisi bergerak hingga ke tingkat Polsek.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan, penanganan setiap kasus penculikan selalu dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan melibatkan semua jajaran hingga lapisan paling bawah.
“Polri mengambil langkah-langkah yang langsung bisa dikerjakan di lapangan dan melibatkan jajaran hingga tingkat paling bawah," kata dia, Kamis, 13 November 2025.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan)
Tidak hanya menindak, Koprs Bhayangkara juga gencar melakukan pencegahan, termasuk kerja sama dengan sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti agar kasus serupa tidak terulang.
“Dittipid PPA-PPO asistensi ke jajaran. Membuat surat perintah gabungan untuk joint investigasi. Untuk pencegahan tentu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, sehingga langsung pada satuan terkecil dengan kolaborasi dan sosialisasi serta tingkatkan literasi sampai rumah tangga, dan sekolah-sekolah," katanya.
Adapun beberapa kasus penculikan di Tanah Air yang belakangan menjadi perhatian publik antara lain:
1. Kasus Bilqis, anak perempuan yang diculik saat bermain di taman kota Makassar dan ditemukan di Jambi. Kasus ini diduga terkait sindikat perdagangan anak.
2. Alvaro Kiano, bocah laki-laki dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang telah hilang delapan bulan. Hingga kini polisi masih mencari keberadaannya.
3. Maria Gabriella Harum Banyu Prasetyaningtyas alias Gaby, remaja 16 tahun yang hilang awal November 2025 dan berhasil ditemukan selamat di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 12 November 2025