Saingi Cina, Hyundai Mau Mulai Fokus Jual Mobil Hybrid dan EV
Pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai baru-baru ini mengungkapkan niatnya untuk fokus menjual lini elektrifikasi mobil hybrid maupun listrik di pasar global.
Ada beberapa lini kendaraan baru bakal diperkenalkan dalam waktu dekat. Muncul juga nama baru yakni Ioniq 3 Electric Vehicle (EV), mengisi kelas di bawah Ioniq 5.
Tampaknya Hyundai percaya diri dengan lini mobil hybrid. Disebutkan bahwa per 2030 merek berlambang H miring ini akan punya di atas 18 model Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Tidak hanya buat Hyundai namun juga sub merek premium mereka yaitu Genesis.

Hyundai turut berminat merambah pasar kendaraan pikap di Amerika Utara sebelum 2030.
Lalu mengikuti teknologi yang semakin dipopulerkan merek Cina, Hyundai tengah menyiapkan lini Extended Range Electric Vehicle (EREV) buat diluncurkan 2027.
“Kami menghadirkan portofolio elektrifikasi komprehensif di berbagai segmen, melokalisasi produksi di pasar-pasar potensial dan menghadirkan teknologi mulai dari kendaraan berbasis software sampai baterai generasi terkini,” kata Jose Munoz, President and CEO Hyundai Motor Company dalam siaran resmi, dikutip Senin (22/09).
Keputusan untuk lebih menggenjot portofolio kendaraan elektrifikasi, menurut Jose menjadi jawaban atas cepatnya perubahan pasar dan persaingan di sektor otomotif.
Apalagi jika melihat kondisi saat ini, mobil listrik dan lini elektrifikasi kendaraan produksi Cina semakin populer berbekal harga kompetitif dan fitur berlimpah.
Oleh karena itu, secara keseluruhan, Jose mengungkapkan Hyundai punya target menjual 3,3 juta unit kendaraan elektrifikasi per 2030.
Ini termasuk 18 model mobil hybrid dan mobil listrik di berbagai segmen kendaraan.
Beberapa model yang dijadwalkan meluncur di rentang waktu itu adalah Ioniq 3 di pasar Eropa, mobil khusus pasar Tiongkok yaitu Elexio dan satu model produksi lokal di India.
Sedangkan Genesis akan membawa mobil hybrid, EREV dan Battery Electric Vehicle (BEV) serta diharapkan bisa menjual 350.000 unnit per tahun sampai 2030 mendatang.

“Kami tak hanya beradaptasi dengan perubahan tetapi memimpinnya,” tegas Jose Munoz.
Sementara di Indonesia, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sejauh ini masih bertahan dengan lini mobil listrik Ioniq 5, Ioniq 6 dan Kona Electric.
Kehadiran Inster EV yang berukuran lebih kompak masih belum bisa dipastikan. Sepanjang 2025, data wholesales (pabrik ke diler) mobil listrik Hyundai terbilang kurang baik.

Berbanding terbalik, mobil hybrid Hyundai ada Tucson, Santa Fe sampai Palisade. Angka penjualan Palisade Hybrid yang masuk segmen premium terbilang cukup tinggi.
Wholesales Hyundai Palisade di Agustus 2025 adalah 169 unit, naik dari capaian Juli di 119 unit.
Raihan Hyundai Palisade bahkan mengalahkan Santa Fe Hybrid yang tidak berhasil masuk 10 besar mobil listrik terlaris secara wholesales di Indonesia.