Pemain Termahal Voli Korea Ini Bicara soal Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar untuk Hyundai Hillstate
Setter tim nasional voli putri Korea Selatan sekaligus rekan setim Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Kim Da-in, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kariernya bersama klub setelah memperoleh status free agent (FA) profesional pertamanya pada 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses pertimbangan yang panjang. Kim Da-in mengaku sempat memikirkan kemungkinan berkarier di luar negeri demi mendapatkan pengalaman baru dan tantangan berbeda.
Pada akhirnya, pemain kelahiran 1998 itu memilih bertahan dan menandatangani kontrak senilai 540 juta won atau sekitar Rp6,3 miliar. Nilai tersebut menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di kompetisi voli putri Korea Selatan musim ini, sekaligus setter dengan bayaran tertinggi di V-League.
Skuad Hyundai Hillstate musim 2025/2026.
Setelah menjalani sembilan musim di V-League, Kim Da-in resmi masuk pasar FA. Meski direkrut Hyundai E&C pada putaran kedua Draft Rookie 2017, ia sempat kesulitan memenuhi syarat FA karena minimnya kesempatan bermain selama tiga musim awal karier profesionalnya.
Dalam wawancara dengan My Daily Korea, Kim Da-in mengungkapkan bahwa dirinya sempat sangat tertarik untuk mencoba bermain di luar Korea Selatan.
“Sejujurnya, awalnya, saya memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan. Saya tidak berpikir saya hanya seorang anak muda lagi. Saya pikir saya bertanya-tanya apakah saya akan mampu menghadapi tantangan jika bukan sekarang. Jadi, setelah banyak berbicara dan merenung, saya memutuskan untuk tetap tinggal,” ujar Kim Da-in.
Meski bertahan di Hyundai Hillstate, ambisi untuk terus berkembang masih menjadi motivasi utamanya. Ia bahkan mengakui memiliki impian untuk suatu saat merasakan pengalaman bermain di luar negeri seperti beberapa seniornya.
“Bukankah setiap orang memiliki mimpi untuk pergi ke luar negeri? Secara realistis, itu tidak mudah karena saya tidak tinggi. Jadi saya pikir saya perlu meningkatkan keterampilan saya, seperti membuat lemparan saya lebih tepat,” katanya.
Kim Da-in merasa masih banyak aspek permainannya yang perlu ditingkatkan, mulai dari efisiensi pergerakan hingga kemampuan bertahan.
“Ada banyak area di mana saya perlu berkembang. Saya ingin mengurangi gerakan yang tidak perlu, dan meskipun memblokir adalah kelemahan, saya ingin meminimalkannya. Karena saya tidak bisa memblokir, saya harus bekerja lebih keras dalam pertahanan. Saya pikir saya akan sedih jika saya berpikir ada batasnya. Saya ingin terus maju tanpa batasan apa pun. Saya masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh,” lanjutnya.
Status sebagai pemain bebas dengan nilai kontrak tertinggi tidak mengubah cara pandangnya terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya.
“Sikap saya terhadap voli tetap sama bahkan setelah menjadi pemain bebas. Saya tidak bermain selama ini hanya demi status pemain bebas ini. Tentu saja, saya mungkin merasa sedikit lebih bertanggung jawab, tetapi pola pikir atau sikap saya terhadap voli tidak akan berubah.”
Ia menegaskan bahwa kerja keras dan konsistensi tetap menjadi prinsip utama dalam kariernya.
“Sudah tepat untuk bekerja keras secara konsisten, seperti yang selalu saya lakukan. Penting untuk menetapkan tujuan saya sendiri dan terus maju.”
Kim Da-in juga mengungkapkan kecintaannya terhadap Hyundai Hillstate, klub yang telah dibelanya selama sembilan tahun terakhir.
“Saya memiliki kasih sayang, kebanggaan, dan kepercayaan diri yang besar terhadap tim ini. Klub juga berusaha keras untuk mempertahankan saya,” katanya sambil tersenyum.
Menurutnya, komunikasi yang intens dengan pelatih dan manajemen menjadi salah satu alasan utama yang membuatnya memutuskan untuk tetap bertahan.
“Saya banyak berbicara dengan manajer. Dia bukan tipe orang yang suka berbohong. Saya mempercayai manajer. Saya juga berbicara terbuka dengannya. Saya juga menerima banyak panggilan dari manajemen. Rasanya seperti mereka akan membanjiri ponsel saya. Mereka menunjukkan ketulusan yang begitu besar sehingga saya memutuskan untuk tetap tinggal.”
Di bawah sistem batas gaji individu yang berlaku di liga, Kim Da-in kini menerima bayaran maksimal bersama middle blocker Jung Ho-young yang bergabung dengan Heungkuk Life Pink Spiders.
Dalam kesempatan yang sama, Kim Da-in juga menyinggung sosok seniornya, Yang Hyo-jin, yang memutuskan pensiun setelah musim 2025-2026 berakhir.
“Saya rasa saya sudah menerima banyak. Saya bersyukur. Namun, saya juga berpikir bahwa jika saya menerima sedikit lebih banyak, perlakuan terhadap setter lain mungkin juga akan meningkat,” ujarnya.
“Tentu ada hal-hal yang diharapkan tim dari saya. Yang Hyo-jin telah pensiun. Ia luar biasa dalam hal gaya hidupnya, bagaimana ia memperlakukan juniornya, dan keterampilan volinya—sampai-sampai saya bertanya-tanya, ‘Bagaimana ia bisa melakukan itu?’ Saya rasa saya tidak bisa mengikuti jejak Hyo-jin, tetapi saya tetap ingin menjadi seseorang yang menginspirasi. Saya ingin memberikan pengaruh positif pada junior saya.”
Hyundai Hillstate yang kini ditangani Kang Sung-hyung juga melakukan sejumlah perubahan penting untuk menyambut musim 2026. Setelah ditinggal pensiunnya Yang Hyo-jin, klub merekrut veteran Bae Yu-na serta outside hitter Lee Han-bi dari Pepper Savings Bank.
Sementara itu, untuk kuota pemain Asia, Hyundai kembali mengandalkan Megawati Hangestri. Opposite hitter asal Indonesia tersebut diproyeksikan membentuk duet mematikan bersama pemain asing Jordan Wilson.
Menjelang dimulainya musim baru, Kim Da-in berharap dirinya dan tim dapat berkembang bersama di tengah banyaknya perubahan komposisi pemain.
Trio Megawati Hangestri, Jordan Wilson, dan Kim Da-in diprediksi menjadi salah satu kekuatan utama Hyundai Hillstate pada V-League musim depan.
Kehadiran Kim Da-in sebagai setter yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Korea Selatan diyakini akan membantu memaksimalkan potensi serangan Megawati.
“Tahun lalu juga dimulai dengan sedikit tanda tanya. Pertama-tama, Ji-yoon perlu pulih sepenuhnya. Ada banyak kombinasi baru, dan kita harus memulai dari awal lagi, tetapi atmosfer dan gaya unik kita tidak pernah berubah, dan kita terus maju dengan stabil. Saya berharap saya dan tim akan tumbuh bersama tahun ini.”
Sepanjang kariernya, Kim Da-in telah mencatat sejumlah prestasi bergengsi, termasuk membawa Hyundai Hillstate menjuarai V-League 2023-2024. Ia juga pernah meraih penghargaan KOVO Cup Rising Star 2019 dan beberapa kali masuk dalam jajaran Best 7 V-League.
Meski telah mengoleksi berbagai pencapaian, Kim Da-in menegaskan bahwa dirinya belum merasa puas. Setter berusia 28 tahun itu masih bertekad untuk terus meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam hal akurasi distribusi bola kepada para penyerang timnya.