Mutasi Jauh dari Rumah, Guru SD Bulukumba Hampir Patah Tulang karena Jalan Rusak

guru, guru dimutasi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Mutasi Jauh dari Rumah, Guru SD Bulukumba Hampir Patah Tulang karena Jalan Rusak

Rahmawati (48), seorang guru di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengaku keberatan dengan kebijakan mutasi yang dijalankan sejak Januari 2025.

Ia kini bertugas di SDN 302 Lattae, Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, setelah sebelumnya mengajar di SDN 59 Tanete, Kecamatan Bulukumpa.

Perpindahan ini membuat Rahmawati harus menempuh jarak sekitar 40 kilometer dari rumahnya. Kondisi jalan yang rusak semakin menambah berat perjalanan setiap hari.

"Jika saya mau tepat waktu di sekolah, maka saya harus tinggalkan rumah subuh hari. Lama perjalanan karena jaraknya jauh dan jalanan rusak," ujarnya dikutip dari Tribun-Timur, Rabu (17/9/2025).

Rahmawati menuturkan, saat masih bertugas di SDN 59 Tanete, dirinya aktif dan dinilai berprestasi, bahkan turut serta dalam kegiatan PKK Kecamatan Bulukumpa. Namun, setelah dimutasi, semangatnya menurun drastis.

"Tidak hanya menurun, bahkan saya pernah terjatuh karena jalanan rusak dan tulang punggung saya hampir patah, sehingga tiga bulan saya dirawat," ungkapnya.

Selain jarak yang jauh, Rahmawati juga mengaku tidak mendapatkan jam mengajar karena semua kelas sudah diisi oleh guru lain.

"Masalah yang saya hadapi ini saya harap bisa mendapat rekomendasi dari DPRD Bulukumba kepada Dinas Pendidikan untuk mengubah kebijakan tersebut," tambahnya.

Tidak hanya Rahmawati, suaminya, Ramlan Hasan, juga mengalami nasib serupa. Ia dipindahkan dari jabatan Penyuluh Perikanan di Tanete ke kantor Lurah Mariorennu, Kecamatan Gantarang, yang letaknya jauh dari rumah mereka.

"Ini repot dan memiskinkan kami berdua karena menugaskan di kecamatan berbeda dan jarak yang puluhan kilometer," keluh Rahmawati.

Respons DPRD Bulukumba

Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, menilai kebijakan mutasi harus memperhatikan sisi kemanusiaan.

"Jangan sampai dimutasi justru menurunkan kinerja karena faktor kelelahan. Jika guru lelah, tidak maksimal mengajar, dan bisa berdampak pada psikis guru maupun peserta didik," ujarnya.

Menurut Syahruni, aduan terkait mutasi yang jauh dari domisili tidak hanya datang dari Rahmawati, tetapi juga dari sejumlah guru lain.

"Harus perhatikan aspek kemanusiaan, seperti jarak, risiko kecelakaan, dan lain-lain," katanya menegaskan.

Penjelasan Dinas Pendidikan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, A. Buyung Saputra, memastikan bahwa mutasi ASN dilakukan sesuai aturan dan rekomendasi dari satuan tugas.

"Kami tidak pernah berniat merugikan guru. Jika ada keberatan, kami terbuka untuk komunikasi. Tujuan mutasi adalah pemerataan tenaga pendidik," jelas Buyung.

Ia juga menepis tudingan bahwa kebijakan mutasi dipengaruhi faktor politik.

"Kami berharap ASN bersyukur sudah menjadi pegawai negeri dan tidak perlu mengeluh, karena mutasi sudah sesuai regulasi," pungkasnya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.