Kematian Charlie Kirk: Reaksi Keras Pemimpin Dunia Terhadap Penembakan di Utah
Kematian Charlie Kirk, yang terjadi saat acara "The American Comeback Tour" di Utah Valley University, menuai kecaman keras dari berbagai penjuru dunia, Kamis (11/9/2025)
Pemimpin-pemimpin internasional mengutuk tindakan kekerasan yang menargetkan kebebasan berpendapat tersebut.
Kirk tewas ditembak di kampus Utah Valley University, negara bagian Utah, saat sedang duduk di bawah tenda sambil menjawab pertanyaan hadirin mengenai penembakan massal.
Tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan Kirk terkulai dengan luka tembak di leher. Insiden ini terjadi dalam acara "The American Comeback Tour" yang dihadiri oleh sekitar 3.000 orang.
Presiden Donald Trump Sebut Kirk Sebagai “Martir Kebenaran”
Presiden AS, Donald Trump, dengan cepat mengungkapkan simpati terhadap kematian Charlie Kirk dan menyebutnya sebagai "martir kebenaran".
"Ini adalah momen kelam bagi Amerika," ujar Trump dalam sebuah video yang diunggah di situs Truth Social miliknya, tak lama setelah kematian Kirk.
Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan mencari dan menghukum semua pihak yang terlibat dalam kekejaman ini dan kekerasan politik lainnya, termasuk organisasi yang mendanai dan mendukungnya.
Perdana Menteri Kanada dan Inggris Mengutuk Tindak Kekerasan Politik
Kematian Charlie Kirk juga mendapatkan kecaman dari para pemimpin dunia.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebut penembakan itu sebagai ancaman terhadap demokrasi dan menegaskan bahwa tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik.
"Saya terkejut dengan pembunuhan Charlie Kirk. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik dan setiap tindakannya mengancam demokrasi," ungkap Carney di platform sosial X.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, turut mengutuk kejadian ini dan menegaskan bahwa setiap orang berhak mengungkapkan pandangan politiknya tanpa takut akan kekerasan.
"Kita semua harus bebas untuk berdebat secara terbuka dan tanpa rasa takut, tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik," ujar Starmer.
Perdana Menteri Italia dan Israel Juga Menyampaikan Belasungkawa
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut penembakan Charlie Kirk sebagai “tindakan keji” yang memberikan luka mendalam bagi demokrasi dan para pendukung kebebasan.
"Sebuah pembunuhan keji, luka mendalam bagi demokrasi dan bagi mereka yang percaya pada kebebasan," kata Meloni di X, sambil menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan komunitas konservatif Amerika.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan menggambarkan Charlie Kirk sebagai sahabat yang setia pada nilai kebebasan.
"Charlie Kirk dibunuh karena menyuarakan kebenaran dan membela kebebasan. Seorang sahabat Israel yang berhati singa, ia melawan kebohongan dan berdiri tegak demi peradaban Yudeo-Kristen," ujar Netanyahu di X.
Ia juga mengungkapkan bahwa ia baru berbicara dengan Kirk dua minggu lalu dan mengundangnya ke Israel.
Proses Pencarian Pelaku Masih Berlangsung
Hingga saat ini, pihak berwenang AS belum merilis identitas pelaku penembakan Charlie Kirk.
Otoritas negara bagian menyatakan bahwa pencarian pelaku masih terus dilakukan.
Menurut laporan CBS News, penembakan terjadi sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat, saat Kirk tengah memimpin debat terbuka bertajuk "Prove Me Wrong".
Dalam acara ini, Kirk mengajak mahasiswa untuk menantang pandangannya tentang politik dan budaya.
Kampus Utah Valley University menyatakan bahwa hanya satu peluru yang ditembakkan, yang mengenai Kirk di depan para peserta acara.
Rekaman video menunjukkan bagaimana suasana debat yang semula berjalan lancar mendadak terhenti setelah terdengar suara tembakan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Penembak Charlie Kirk Masih Tanda Tanya, Ini Kata Trump dan FBI.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.