Jaga Situasi Kondusif, Kemendagri Minta Pemkot Tangerang Aktifkan Siskamling
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar Baharuddin, menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada jajaran Forkopimda dan OPD Pemkot Tangerang, terkait upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Jabodetabek, sekaligus memastikan pembangunan nasional tetap berjalan.
Pertemuan yang dikemas dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) digelar di Balai Kota Tangerang, Jl. Satria Sudirman, Rabu, 10 September 2025, dan dihadiri jajaran Pemkot, DPRD, TNI-Polri, Kejaksaan, hingga tokoh masyarakat.
"Sehingga saya datang ke sini atas nama Kemendagri menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Tangerang karena semua pemerintah,legislatif, masyarakat telah menjaga kota Tangerang," Dirjen Bahtiar Baharuddin.
Wali Kota Tangerang Sachrudin melaporkan kondisi kota saat gelombang unjuk rasa besar melanda Jakarta pada 25–31 Agustus lalu. Tangerang, yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota, disebut tetap aman berkat langkah cepat Forkopimda.
Pemkot Tangerang atas kordinasi dengan kepolisian dan TNI melakukan mitigasi dan antisipasi melalui tiga cara yakni penguatan koordinasi Forkopimda, meningkatkan patroli siber serta melakukan konsolidasi komunikasi ke publik.
"Situasi secara umum Tangerang kondusif, aman, pasar dan perdagangan berjalan normal. Tak ada laporan kericuhan. Kami terus melakukan koordinasi dengan Forkopimda. Pengetatan dilakukan di perbatasan untuk mencegah pelajar ke ibu kota. Patroli digelar oleh TNI dan Polri," ujar Sachrudin
Dalam kesempatan itu, Bahtiar memaparkan delapan arahan Mendagri, di antaranya menggelar rapat Forkopimda, menjalin komunikasi dengan para tokoh dan unsur masyarakat yang berpengaruh, melaksanakan doa kedamaian yang melibatkan lintas masyarakat dan pemerintah, memperkuat program pro-rakyat seperti gerakan pasar murah, bansos dll, menunda kegiatan seremonial dan perjalanan luar negeri, serta menekankan gaya hidup sederhana bagi pejabat.
"Jangan flexing kemewahan baik pejabat maupun keluarga. Kalau ada acara pribadi seperti resepsi pernikahan, ulang tahun, laksakan secara sederhana, Tunda semua keberangkatan ke luar negeri, Semua Kepala Daerah dalam kondisi rawan harus di dalam daerahnya masing-masing untuk mengendalikan situasi bersama," ungkapnya
Aktifkan Siskamling
Selain memaparkan delapan poin arahan Mendagri, Dirjen Bahtiar juga menekankan penitingnya mengaktifkan kembali Siskamling mulai tingkat kecamatan hingga kelurahan. Menurutnya, pengaktifan kembali Siskamling di Tangerang tidak terlalu sulit karena Siskamling sudah pernah menjadi bagian masyarakat di Tangerang.
Siskamling telah menjadi bagian dari budaya, karena insfrastruktur dan tim telah terbentuk baik tingkat kelurahan maupun tingkat kecamatan. Seperti Linmas dan karang taruna yang nantinya Pemda akan berkordinasi dengan pihak keamanan seperti polisi dan TNI.
"Sehingga memang perlu kita aktifkan kembali. Kita akan merasakan kebersamaan dan keamanan sebab akan timbul warga jaga warga," ungkapnya
Dirjen Bahtiar juga menekankan para pejabat di Pemkot Tangerang untuk aktif turun ke lapangan menemui masyarakat Tangerang dan tokoh tokoh masyarakat. Menurutnya jika pemerintah aktif hadir di tengah tengah masyarakat maka akan tercipta situasi keamanan dan kenyamanan yang kondusif sebab publik merasa pemerintah telah hadir di tengah tengah masyarakat.
Dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ini Dirjen Bahtiar didampingi Direktur Kewaspadaan Nasional Aang Witarsa Rafik. Hadir bersama Walikota Tangerang, yakni Wakil Walikota Tangerang Karir Maryono Hasan, Sekda Pemkot Tangerang, Ketua DPRD Tangerang, Kapolres Tangerang, Dandim Tangerang, Kejari, pimpinan DPRD serta jajaran kepala OPD Pemkot Tangerang. Termasuk pula dari organisasi masyarakat, FPK, Ketua FUB, Ketua MU, Ketua FBUM serta tokoh tokoh masyarakat