DPR Soroti Menhut Main Domino Bareng Pembalak Liar: Mencederai Kepercayaan Publik!

Daniel Johan
Daniel Johan

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyampaikan kekecewaannya atas viral foto Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bermain domino bersama sosok yang berperkara dalam kasus pembalakan liar, Azis Wellang. 

Menurut Daniel, tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan, terlebih dalam kondisi dan situasi yang tengah kurang kondusif belakangan ini.

“Sebagai pejabat publik dan pemimpin di bidang kehutanan, sikap Menteri harus mencerminkan integritas dan komitmen terhadap penegakan hukum, khususnya dalam isu pembalakan liar yang sangat merugikan negara dan masyarakat. Foto bersama sosok yang tengah diperiksa perkara tersebut jelas mencederai kepercayaan publik,” kata Daniel Johan dalam keterangannya, Senin, 8 September 2025.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan agar pejabat publik menjaga sikap dan perilaku demi menjaga nama baik institusi dan kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah hal yang sangat penting, dan kita harus berupaya keras agar tidak tergerus oleh tindakan yang berpotensi menimbulkan kontroversi,” ungkap dia.

Sementara itu, Raja Juli juga telah menyampaikan klarifikasi atas viral foto dirinya dan Azis Wellang. Raja Juli mengaku tak mengenal dua orang pemain domino seperti dalam foto yang beredar. 

Diketahui, terdapat empat orang dalam foto tersebut, dua di antaranya merupakan Raja Juli dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan

Raja Juli mengaku diajak ikut bermain domino saat dirinya hendak pamit usai menemui Karding di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

"Saya tidak kenal dengan 2 pemain lainnya. Tidak ada juga pembicaraan soal kasus apapun pada saat itu. Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberitakan sebagai pembalak liar," tuturnya.

Raja Juli menegaskan, tidak ada ruang bagi siapapun yang melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan, termasuk pembalakan liar.