Masuk Radar PSSI, Heimir Hallgrimsson Justru Dihujani Kritik Pedas di Negaranya hingga Disebut tak Berkualitas

Hallgrimsson
Hallgrimsson

 Masuknya nama Heimir Hallgrimsson dalam daftar kandidat pelatih baru Timnas Indonesia mulai ramai diperbincangkan. Pelatih asal Islandia itu disebut-sebut menjadi salah satu opsi yang dibidik PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert.

Hal ini muncul karena masa jabatan Hallgrimsson bersama tim nasional Irlandia akan berakhir bulan ini, bertepatan dengan selesainya perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun di tengah rumor tersebut, reputasi Hallgrimsson justru ikut disorot setelah kritik keras dari publik dan media Irlandia kembali mencuat. Sejumlah laporan menggambarkan bahwa performanya sepanjang memimpin tim belum memenuhi ekspektasi.

Source : VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

Laporan dari media Islandia, Visir, menunjukkan bahwa banyak kalangan di Irlandia menilai Hallgrimsson belum memahami karakter dan kemampuan para pemainnya, meski sudah lebih dari 15 bulan berada di kursi pelatih. Kritik paling menonjol datang dari mantan pelatih timnas Irlandia, Brian Kerr, yang pernah memimpin pada periode 2003–2005.

Kerr menyoroti kebiasaan Hallgrimsson melakukan rotasi besar-besaran antar pertandingan. “Sulit bagi para pemain untuk membangun koneksi dan pola permainan ketika susunan tim selalu berubah. Dia sudah menggunakan lebih dari 23 hingga 24 pemain, itu tanda bahwa dia masih belum mengenal mereka,” ujar dia.

Ia juga menilai keputusan seleksi pemain Hallgrimsson tidak konsisten. “Itu menunjukkan pelatih tidak benar-benar tahu siapa pemain terbaiknya,” tambahnya.

Sejak ditunjuk menggantikan Stephen Kenny, Hallgrimsson diharapkan bisa membawa energi baru bagi tim yang sudah lama absen dari Piala Dunia sejak 2002. Namun performa Irlandia sejauh ini dianggap tidak menunjukkan peningkatan berarti.

Legenda lini belakang Irlandia, Richard Dunne, yang menilai permainan tim minim kreativitas.

“Tidak ada kualitas nyata di lapangan. Rasanya hanya menunggu keberuntungan, berharap ada peluang, berharap bisa cetak gol. Itu bukan permainan yang meyakinkan,” kata Dunne.