Bomber Brasil Persija Ungkap Isi Hati Usai Gol Dianulir Lawan Arema
Bomber asing Persija Jakarta, Gustavo Almeida, merasa seperti "meninggal" di tempat ketika golnya ke gawang Arema FC dianulir wasit.
Persija Jakarta meraih hasil buruk ketika menjamu Arema FC pada lanjutan Super League 2025-2026.
Dalam duel yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/2/2026), itu berakhir dengan kekalahan 0-2.
Dua gol Singo Edan diciptakan oleh Gabi. Kemenangan ini sekaligus membuat Arema berhasil membalaskan dendam atas kekalahan di kandangnya pada putaran pertama lalu.
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu sejatinya hampir saja membawa pulang tiga poin. Gustavo Almeida berhasil membobol gawang Arema pada menit ke-77.
Sayang, wasit akhirnya memutuskan untuk menganulir gol tersebut lantaran lebih dulu terjadi offside.
Keputusan tersebut, tak bisa dipungkiri, sangat mengecewakan bagi Gustavo. Apalagi, tak lama setelah gol itu dianulir, Persija justru kebobolan dan pada akhirnya kehilangan tiga poin.
"Bagi saya sebagai seorang pemain itu adalah momen buruk. Saya pikir bagi semua pemain ketika golnya dibatalkan, Anda berpikir Anda meninggal," kata penyerang asal Brasil ketika ditemui di GOR Soemantri Brodjonegoro (PJ Arena), Kamis (12/2/2026).
"Itulah sepak bola. Ketika saya mencetak gol, semua orang di stadion berteriak. Bahkan, seperti hampir runtuh. Atmosfer sangat bagus karena stadion juga penuh."
"Namun, setelah dibatalkan, saya merasa (kecewa). Namun, itu tidak apa-apa, itulah sepakbola, itu bukan yang pertama. Saya pikir hal-hal seperti itu bisa terjadi," jelasnya.
Enggan Berlarut dengan Kekalahan
Gustavo mengaku enggan berlarut-larut dengan kekalahan tersebut. Saat ini, dia fokus untuk berlatih dan memperbaiki kekurangan yang ada agar bisa mendapatkan poin penuh di laga selanjutnya.
"Anda perlu mempelajari hal itu. Perlu tetap fokus selama 90 menit pertandingan karena apapun bisa terjadi kepada kami juga pada lawan. Saya berharap kita bisa menang dan mendapatkan tiga poin di pertandingan selanjutnya," kata eks juru gedor Arema tersebut.
Mengenai Arema yang diuntungkan lantaran memiliki tiga mantan pemain Persija, Gustavo tak sepakat dengan hal tersebut.
"Saya pikir tidak. Saya pikir ini soal detail dari sepak bola. Itu normal," ujar Gustavo.
"Namun, ketika seorang pemain bermain di satu klub, setelah itu pindah ke klub lain di musim yang sama. Tentu saja pemain yang datang melawan mantan klubnya punya keinginan untuk menunjukkan yang lebih. Tapi, saya pikir itu bukan hal utama di laga ini," tutur dia.
Pada laga berikutnya, Persija akan bertamu ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Minggu (15/2/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang