PB Akuatik Gandeng Kompas Gramedia, 700 Atlet Siap Ramaikan Kejuaraan Renang Laut Asia 2026 di Belitung, Bali dan Lombok
Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) mulai memanaskan mesin menuju rangkaian agenda besar sepanjang 2026. Tak hanya menyiapkan kejuaraan berskala Asia, federasi juga menggandeng Kompas Gramedia Group sebagai media partner untuk memperkuat publikasi sekaligus memperluas gaung olahraga renang perairan terbuka di Tanah Air.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam kunjungan dan audiensi resmi PB Akuatik Indonesia ke Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Selatan, Rabu 11 Februari 2026. Pertemuan ini dihadiri jajaran pengurus inti PB Akuatik Indonesia serta perwakilan manajemen redaksi Kompas Gramedia.
Dari pihak media, Wakil Redaktur Pelaksana Kompas Gramedia, Muhammad Samsul Hadi memastikan dukungan terhadap berbagai program yang telah dipaparkan federasi.
"Tadi dipaparkan oleh Bapak Harlin dan Bapak-bapak dari PB Akuatik menyampaikan rencana-rencana kegiatan yang akan kita lakukan. Kami tentu diharapkan untuk bisa berpartisipasi dan sampaikan tadi bahwa kami akan mendukung rencana-rencana yang sudah disiapkan," ujar Samsul Hadi.
Wakil Redpel Kompas Gramedia, Muhammad Samsul Hadi (kiri) dan Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo
Bagi PB Akuatik, peran media dinilai krusial, bukan sekadar untuk pemberitaan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan olahraga secara menyeluruh.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kompas Gramedia mendampingi agenda akuatik nasional.
"Kami dari PB Akuatik Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Kompas media grup yang bersedia men-support kegiatan-kegiatan kami, baik yang sudah dulu maupun ke depannya, di tahun 2026 ada beberapa event yang tadi sudah kita paparkan," kata Harlin di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Selatan, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menegaskan, eksposur media dapat membantu mempercepat perkembangan olahraga akuatik di Indonesia.
"Kita merasa media-media seperti Kompas media grup ini sangat penting bagi pembinaan dan juga perkembangan akuatik di Indonesia. Kita berharap supaya event kita ini bisa sukses dan bisa bermanfaat bagi masyarakat," lanjutnya.
Sorotan utama kalender 2026 adalah Asian Open Water Swimming Championships atau Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 13 sampai 15 Juni 2026 di Pantai Jimbaran, Bali, dan menjadi yang pertama digelar pada era kepengurusan saat ini.
"Yang terbesar, kita akan mengadakan Kejuaraan Asia Open Water Swimming atau renang perairan terbuka nanti bulan Juni, tanggal 13 sampai 15 Juni, di Bali, tepatnya di Jimbaran, Pantai Jimbaran. Ini baru pertama kali di kepengurusan Pak Anin kita bikin kejuaraan level Asia," ujar Harlin.
Tak sekadar berburu prestasi, event tersebut juga diproyeksikan mendongkrak sektor pariwisata.
"Mudah-mudahan event ini bisa membantu dari sisi support tourism juga untuk pariwisata Indonesia dan juga sangat baik untuk pembinaan open water swimming, khususnya di Indonesia, tapi juga di kawasan Asia Tenggara," harap Harlin.
PB Akuatik memasang target ambisius. Sekitar 500 hingga 700 atlet ditargetkan ambil bagian, mulai dari perenang elite, komunitas open water swimming, hingga atlet muda binaan.
"Kita menargetkan mungkin sekitar 500 sampai 700 atlet. Ini gabungan antara atlet elit, atlet-atlet penggiat open water swimming, dan juga atlet-atlet muda Indonesia yang memang kita bina mulai sejak dini," jelas Harlin.
Bahkan, nomor khusus anak usia 12 tahun ke bawah juga akan dipertandingkan. Format kelompok umur disiapkan menyerupai kejuaraan kolam untuk memastikan pembinaan berlangsung berjenjang sekaligus membangun database performa atlet.
Selain Bali, rangkaian A Stream Open Water Swimming Series 2026 juga digelar di dua destinasi lain, yakni Belitung pada 11 sampai 12 April dan Lombok pada 5 sampai 6 September. Ketiga lokasi dipilih karena dinilai memiliki lanskap laut yang ideal sekaligus potensi wisata yang belum banyak terekspos.
"Belitung itu jarang tersentuh, jarang terekspos, padahal lautnya sangat indah, sangat tenang, dan juga fasilitas serta infrastrukturnya sudah bagus. Ada hotel-hotel bagus, jalanan bagus. Menurut saya kita sebagai pelaku olahraga juga ingin membantu mengekspos tempat-tempat pariwisata seperti itu," tuturnya.
Ia menambahkan, konsep serupa juga diterapkan di Lombok Utara yang selama ini belum banyak menjadi tuan rumah event olahraga besar.