PB Akuatik Paparkan Agenda 2026, Tiga Ajang Perairan Terbuka Menanti

Akuatik Indonesia, Open Water Swimming Series 2026, PB Akuatik Paparkan Agenda 2026, Tiga Ajang Perairan Terbuka Menanti

  Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) mempunyai rencana besar sepanjang 2026 dengan menggelar serangkaian kejuaraan open water yang akan menjadi properti intelektual PB AI dan mempromosikan sports tourism.

Hal tersebut disampaikan PB AI dalam kunjungan mereka ke Menara Kompas, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).

PB Akuatik Indonesia diwakili oleh Harlin E. Rahardjo (Ketua Harian PB AI), Ali Patiwiri (Sekjen PB AI), Kiki Taher (Ketua Bid. Branding & Marketing PB AI dan Ketua Panitia Pelaksana OWS series), Liza G. Januar (Ketua Bid. Hubungan Luar Negeri PB AI) dan Zoraya Perucha (Ketua Bid. Media & Promosi PB AI). 

Kejuaraan perairan terbuka tersebut bertajuk A.Stream Open Water Swimming Series 2026 yang akan digelar tiga seri.

Pertama adalah di Belitung pada 11-12 April, dilanjutkan di Bali pada 13-14 Juni, dan terakhir di Lombok pada 5-6 September.

"Akuatik Indonesia ingin punya IP internasional untuk Kejuaraan Open Water. Di luar negeri ada Ocean Man. Kita ingin punya sendiri," ujar Harlin.

"Open water bisa meningkatkan sports tourism. dan menampilkan keindahan alam."

Ia pun menunjukkan lokasi perairan di Belitung yang jernih dengan hamparan pasir putih di sekitar calon lokasi event untuk menekankan keindahan alam daerah yang mungkin tak seterkenal area wisata lain di Indonesia tersebut.

Akuatik Indonesia, Open Water Swimming Series 2026, PB Akuatik Paparkan Agenda 2026, Tiga Ajang Perairan Terbuka Menanti

Kunjungan PB Akuatik Indonesia ke Menara Kompas pada Rabu (11/2/2026).

Ia mengutarakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan berharap mendapatkan support dari mereka. 

"Mudah-mudahan dengan acara ini, area seperti Belitung yang relatif belum terkenal bisa diekspos," ujar Harlin.

Event di Lombok sekaligus akan digelar bersamaan dengan Kejuaraan Nasional Renang Perairan Terbuka 2026.

"Kami juga ingin membentuk database nasional open water," ujarnya melanjutkan.

"Ini cabang potensi emas di SEA Games. Perenang open water kita masih banyak perenang kolam pindah ke open water, padahal tekniknya berbeda."

"Saling melengkapi, perenang alam mungkin bisa lebih bagus lagi di kolam tanpa tantangan arus, angin, dll."

Akuatik Indonesia sendiri mencatatkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang 16 medali emas dari SEA Games 2025 yang terdiri dari 3 emas, empat perak, dan sembilan perunggu.

Gerakan Renang Sebagai Survival Skill

Selain itu, PB AI juga ingin menekankan gerakan "ayo beRENANG" untuk menekankan bagaimana renang selain olahraga prestasi juga merupakan survival skills bagi warga yang tinggal di negara maritim.

"Ternyata orang Indonesia di bawah 50 persen yang bisa renang," ujarnya menambahkan.

"Kita negara kepulauan tetapi kurang dari setengah warganya tidak bisa renang. Akuatik selain prestasi ada misi juga agar renang makin populer dan survival skills."

Menurut studi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), sekitar 300.000 orang meninggal akibat tenggelam sepanjang 2024.

Lebih dari setengah kasus tersebut terjadi di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan Pasifik Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang