Pontianak Jadi Panggung Asia, Dua Wakil Indonesia Pasang Target Tinggi di AVC Men’s Volleyball Champions League 2026

avc
avc

 Indonesia tidak sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga membawa ambisi besar pada ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang akan berlangsung di Pontianak pada 13-17 Mei mendatang. Dua wakil Tanah Air, Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya, akan tampil membawa misi berbeda namun dengan tujuan besar yang sama, yakni mengangkat prestasi voli putra Indonesia di level Asia.

Keikutsertaan dua tim ini bukan tanpa alasan. PBVSI ingin memadukan target prestasi jangka pendek dan pembangunan tim jangka panjang. Bhayangkara Presisi diproyeksikan menjadi tim yang mengejar gelar juara, sementara Garuda Jaya disiapkan sebagai wadah pembinaan pemain muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyampaikan bahwa pengalaman tampil di kompetisi Asia menjadi modal penting bagi Bhayangkara Presisi untuk bersaing dengan klub-klub kuat dari negara Asia lainnya. Ia berharap wakil Indonesia mampu bersaing secara kompetitif, bahkan menargetkan gelar juara, terlebih Indonesia berstatus sebagai tuan rumah.

Menurut Imam, PBVSI tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga memanfaatkan turnamen ini sebagai bagian dari proses pembinaan. Karena itu, Jakarta Garuda Jaya yang diperkuat pemain-pemain muda sengaja diturunkan agar mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional. Ia menilai pengalaman melawan klub-klub kuat Asia akan mempercepat perkembangan mental dan kualitas permainan para pemain muda Indonesia.

“Saya berharap Bhayangkara Presisi bisa menjadi juara. Dengan pengalaman tampil di kompetisi Asia tentu Bhayangkara Presisi bisa bersaing dengan tim-tim dari Iran, Qatar, Thailand, Korea hingga Jepang,” ujar Imam dalam keterangan yang dikutip PBVSI.

Beberapa nama muda seperti Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras menjadi bagian dari proyek jangka panjang PBVSI. Mereka dipersiapkan untuk menjadi bagian penting tim nasional putra Indonesia, dengan target besar tampil di Olimpiade Brisbane 2032. Turnamen ini menjadi salah satu panggung awal untuk menguji kesiapan mereka menghadapi persaingan internasional yang lebih keras.

Dari sisi Bhayangkara Presisi, manajer tim Pipit Rismanto menilai pengalaman dua kali tampil di turnamen ini menjadi keuntungan tersendiri. Timnya dinilai sudah lebih memahami karakter permainan lawan-lawan dari Asia yang memiliki gaya bermain cepat dan fisik yang kuat.

Ia juga memastikan Bhayangkara kembali mengontrak pemain asing Noumory Keita setelah menyelesaikan kontraknya di kompetisi Italia. Kehadiran pemain asing diharapkan mampu meningkatkan daya saing tim, terutama saat menghadapi klub-klub dari Iran, Jepang, dan Korea yang dikenal memiliki kualitas permainan yang sangat tinggi.

“Kami sudah dua kali berlaga di event ini. Tentu lawan yang kami hadapi sudah tidak asing. Kami kembali mengontrak Noumory Keita untuk membela Bhayangkara Presisi setelah kontraknya selesai di kompetisi Italia,” tambah Pipit.

Selain mempertahankan kekuatan utama, Bhayangkara Presisi juga menambah beberapa pemain lokal untuk memperkuat kedalaman skuad. Langkah ini dinilai penting mengingat jadwal pertandingan yang padat dan level pertandingan yang tinggi membutuhkan rotasi pemain yang matang.

Sementara itu, pemain Bhayangkara Presisi Rendy Tamamilang menegaskan bahwa timnya datang dengan target juara. Ia mengingatkan bahwa Bhayangkara sudah memiliki pengalaman mencapai final pada 2024 dan meraih peringkat ketiga pada edisi 2025. Bermain di kandang sendiri menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk akhirnya meraih gelar juara.

“Pada 2024 kami runner up, tahun lalu peringkat ketiga. Tahun ini, di kandang sendiri, kami harus juara,” harap Rendy.

Di sisi lain, Presiden AVC Ramon Suzara memberikan dukungan terhadap Indonesia sebagai tuan rumah. Ia menilai penyelenggaraan turnamen di Pontianak bisa menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menggelar event olahraga internasional dengan standar tinggi. Ia juga berharap turnamen ini bisa menjadi momentum kebangkitan voli putra Indonesia di level Asia.

“Saya yakin perhelatan kali ini bisa menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menghadirkan event olahraga kelas dunia, dan semoga Indonesia pun bisa menjadi juara,” tutup Ramon Suzara.

Berdasarkan hasil undian pertandingan, Jakarta Bhayangkara Presisi akan menghadapi wakil Kazakhstan, Zhaiyk VC. Sementara Jakarta Garuda Jaya akan menghadapi tantangan berat karena langsung bertemu klub kuat asal Iran, Foolad Sirjan Iranian.

Pertandingan lainnya akan mempertemukan Al Rayyan dari Qatar melawan Hyundai Capital SkyWalkers dari Korea, serta wakil Liga Jepang melawan Nakhon Ratchasima dari Thailand.

Turnamen ini diprediksi akan menjadi salah satu edisi paling kompetitif karena diikuti klub-klub kuat dari berbagai negara Asia yang memiliki tradisi panjang di olahraga voli. Bagi Indonesia, ini bukan hanya soal menjadi tuan rumah, tetapi juga pembuktian bahwa klub-klub Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Asia.

Jika Bhayangkara Presisi mampu berbicara banyak dan Garuda Jaya mendapatkan pengalaman berharga, maka turnamen ini bisa menjadi titik penting dalam peta perkembangan voli putra Indonesia menuju level dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil Undian Men’s Volleyball Champions League 2026:

  • Jakarta Bhayangkara Presisi (Indonesia) vs Zhaiyk VC (Kazakhstan)
  • Al Rayyan (Qatar) vs Hyundai Capital SkyWalkers (Korea)
  • Wakil Liga Jepang vs Nakhon Ratchasima Qmin C VC (Thailand)
  • Foolad Sirjan Iranian (Iran) vs Jakarta Garuda Jaya (Indonesia)