Sesal Alwi Farhan Usai Tersingkir dari Kejuaraan Asia 2026

Tunggal putra Indonesia, Kodai Naraoka, Alwi Farhan, Jonatan Christie, Sesal Alwi Farhan Usai Tersingkir dari Kejuaraan Asia 2026

Perjalanan Alwi Farhan di Kejuaraan Asia 2026 harus berakhir lebih cepat.

Tunggal putra Indonesia itu kalah dari wakil Jepang, Kodai Naraoka, pada laga babak 16 besar, Kamis (9/4/2026).

Bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, China, Alwi tidak mampu mengatasi permainan lawan.

Alwi Farhan kalah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 17-21 dalam durasi 59 menit.

Hasil Kejuaraan Asia babak 16 besar itu membuat Indonesia kehilangan satu wakil di sektor tunggal putra.

Kini, harapan tersisa hanya pada Jonatan Christie untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

Naraoka tampil rapi dan sabar sepanjang pertandingan. Permainan stabil dari atlet Jepang itu membuat Alwi kesulitan mengembangkan pola serangan.

Akui Permainan Sendiri Belum Maksimal

Usai laga, Alwi Farhan mengungkapkan rasa kecewa atas hasil tersebut.

Ia menilai performanya belum sesuai harapan selama pertandingan berlangsung.

"Saya menyesal, namun balik lagi dalam badminton bisa menang dan juga bisa kalah," kata Alwi, melalui siaran PBSI.

Selain itu, ia juga mengaku kerap berada dalam tekanan dan beberapa kali kehilangan kontrol emosi saat menghadapi lawannya.

Tunggal putra Indonesia, Kodai Naraoka, Alwi Farhan, Jonatan Christie, Sesal Alwi Farhan Usai Tersingkir dari Kejuaraan Asia 2026

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melangkah ke perempat final Swiss Open 2026.

"Saya kurang puas dengan permainan saya tadi, saya tertekan terus dan beberapa kali terpancing emosi," ucap Alwi.

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi jalannya pertandingan.

Ia merasa lawan memiliki cara bermain yang mampu mengganggu fokusnya di lapangan.

Alwi Farhan Soroti Strategi Lawan

Alwi menilai keunggulan Naraoka terletak pada kemampuannya mengatur ritme pertandingan.

Selain itu, lawan dinilai mampu memancing reaksi emosional.

"Mungkin itu trik bermain lawan, saya akan belajar untuk kembali lebih kuat," tuturnya.

Ia kembali menegaskan bahwa pola permainan Naraoka memberi tekanan tersendiri sepanjang laga.

"Keunggulan lawan menurut saya, dia bisa memainkan pertandingan yang unik dan juga pandai memancing emosi," kata Alwi.

Setelah tersingkir, Alwi memilih mengalihkan fokus pada persiapan turnamen berikutnya.

Ia berencana meningkatkan latihan untuk menghadapi ajang beregu.

"Selanjutnya saya mau berlatih lagi untuk persiapan Thomas dan Uber Cup 2026," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang