PB Akuatik Pasang Target Minimal Tiga Emas di SEA Games 2025, Harlin Rahardjo Yakin Bisa Lebih!

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo

 Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) menargetkan minimal tiga medali emas pada SEA Games 2025. Capaian itu menjadi standar untuk mempertahankan hasil yang diraih pada SEA Games Kamboja 2023.

“Kita targetkan sama seperti SEA Games Kamboja 2023 (3 emas), tapi sebenarnya kita ingin lebih,” ujar Ketua Harian PB AI Harlin Rahardjo di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Kamis 20 November 2025.

Harlin menilai semangat para atlet menunjukkan potensi besar untuk menciptakan kejutan. Ia optimistis bahwa sejumlah perenang yang sebelumnya tidak diperhitungkan justru bisa tampil menonjol.

Atlet renang Indonesia di SEA Games 2025

“Kalau melihat dari spirit anak anak ini, kelihatannya akan banyak kejutan, yang tidak diperhitungkan nanti akan mendapatkn medali emas, insyaallah,” katanya.

Pada edisi 2023 di Kamboja, tim renang Indonesia mengoleksi tiga emas lewat Janis Rosalita Suprianto di nomor 100 meter surface, Harvey Hubert Marcel Hutasuhut di 100 meter Bi Fins, serta emas dari nomor mixed relay 4x100 meter Bi Fins berkat kontribusi empat atlet: Harvey Hubert Marcel Hutasuhut, Josephine Christabel Suryanto/Kaisar Hansel Putra Franciscus/Ressa Kania Dewi.

Harlin berharap para juara bertahan itu dapat kembali mengamankan medali emas untuk Merah Putih. Ia juga menaruh harapan pada atlet-atlet muda. “Dan juga yang lalu dapat perak dan juga junior junior ini, kita juga berharap mereka dapat memberinkejutan pada saat SEA Games,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PB Akuatik Indonesia bidang Pembinaan Prestasi, Wisnu Wardhana, menyoroti pentingnya peningkatan performa menuju SEA Games 2025. Ia menekankan bahwa tim saat ini sepenuhnya ditangani pelatih lokal, berbeda dari edisi sebelumnya.

“Tentunya kita berharap bahwa kita ingin memperbaiki target dari performance kita di SEA Games yang sebelumnya. Tentunya di SEA Games sebelumnya kita menggunakan pelatih asing. Dan kali ini kita betul-betul 100% menggunakan pelatih dari Indonesia,” kata Wisnu.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dibawa para pelatih lokal memberikan dampak positif. Menurutnya, komunikasi dan psikologis antara pelatih, atlet, serta tim pendukung menjadi lebih harmonis dan solid. Hal ini membuat para perenang lebih bersemangat dalam menjalani program latihan.

“Jadi atlet merasakan bahwa apapun beban, apapun program yang diberikan mereka akan dengan sangat passionate, 110% melakukan itu. Dan hasilnya kita lihat perenang-perenang kita mendekati best times, bahkan memecahkan rekor nasional tahun ini,” ujarnya.

Meski begitu, Wisnu mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan besar menghadapi persaingan ketat dari negara lain. “Ini bakal bagus, walaupun tentunya ini belum cukup. Untuk menjadi jaminan apakah kita akan bisa melampaui atlet-atlet lain. Tentunya Singapura, Thailand sebagai tuan rumah. Ini kita harus waspada dan tentunya kita pasti akan siapkan atlet sebaik mungkin untuk bisa mencapai prestasi sebelumnya.”