PB Akuatik Bawa Event Renang Asia ke Bali, Menteri Pariwisata Siap Dukung Sport Tourism dan Dukung UMKM-Ekonomi Lokal
Indonesia kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional yang diharapkan sekaligus mendongkrak sektor pariwisata. Pengurus Besar Akuatik Indonesia membawa rencana penyelenggaraan event renang perairan terbuka berskala Asia ke Bali dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata.
Rencana tersebut disampaikan dalam audiensi PB Akuatik Indonesia dengan Kementerian Pariwisata yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2026. Dalam pertemuan itu dibahas penyelenggaraan dua agenda utama, yakni A-Stream Open Water Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championship.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi antara dunia olahraga dan pariwisata dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada wisatawan mancanegara.
"Saya senang sekali sore ini bisa menerima teman-teman dari Akuatik Indonesia yang beraudiensi untuk membahas event sports tourism yang akan dilaksanakan 13 hingga 15 Juni tahun ini," kata Widiyanti kepada Wartawan, Jumat 13 Maret 2026. Ia menjelaskan dua event tersebut direncanakan berlangsung di Bali pada pertengahan Juni mendatang.
"Ada dua event yaitu A-Stream dan 12th Asian Open Water Swimming Championship yang akan diselenggarakan di Bali," ujarnya.
Widiyanti berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kali penyelenggaraan, melainkan dapat menjadi agenda rutin yang turut mempromosikan berbagai destinasi wisata Indonesia.
"Kami sangat mendukung dan senang sekali kita bisa berkolaborasi untuk mempromosikan destinasi Indonesia. Bukan hanya Bali, nanti ada destinasi-destinasi lain dan mudah-mudahan kolaborasi ini bisa berkelanjutan setiap tahun karena ini bagus sekali," beber Menpar.
Targetkan 750 Peserta dari Puluhan Negara
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo menjelaskan bahwa ajang tersebut ditargetkan menarik partisipasi internasional dalam jumlah besar. Kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 20 negara.
"Rencananya untuk yang Asia itu minimal 20 negara, jadi 20 negara lebih," kata Harlin.
Selain itu, seri A-stream juga akan dibuka untuk peserta dari berbagai negara, termasuk komunitas renang open water dari berbagai belahan dunia.
"Kalau A-Stream ini terbuka. Jadi Astream ini bisa dari wisatawan yang memang sudah sering ke Bali kita bisa undang, juga kita berusaha mengundang antusias-antusias renang open water ini dari segala penjuru dunia," ujarnya.
Secara keseluruhan, penyelenggara memproyeksikan setidaknya 750 peserta akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Disiapkan Jadi Ikon Sport Tourism Indonesia
Harlin menegaskan bahwa Astream tidak hanya dirancang sebagai event olahraga biasa. PB Akuatik ingin menjadikannya sebagai Intellectual Property sport tourism Indonesia yang bisa digelar secara rutin setiap tahun.
"Untuk khusus A-stream ini akan kita jadikan IP atau Intellectual Property untuk sport tourism di Indonesia," kata Harlin.
Menurutnya, konsep tersebut akan menggabungkan olahraga dengan berbagai sektor pariwisata lainnya seperti hospitality, kuliner, hingga pameran.
"Jadi kita ingin membangun sport tourism di Indonesia bukan hanya event olahraga saja, tapi ini berupa IP yang nanti berhubungan dengan hospitality, dengan kuliner, dengan juga mungkin expo dan lain-lain," sambung Harlin.
Akan Digelar di Banyak Destinasi Wisata
Bali memang dipilih sebagai lokasi pembuka, namun penyelenggara berencana memperluas penyelenggaraan event ini ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Indonesia. Harlin menyebut beberapa daerah yang masuk dalam rencana seri berikutnya.
"Rencananya kita Belitung, ke Lombok, ke Labuan Bajo, mungkin Danau Toba," ujarnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti bahkan menambahkan satu daerah lain yang berpotensi menjadi tuan rumah.
"Lampung juga, Pak," kata Widiyanti.
Harlin mengungkapkan Lampung sebelumnya juga pernah menjadi lokasi kegiatan serupa.
"Tahun lalu kita juga bikin di Lampung. Jadi memang ini kita ingin memperlihatkan keindahan tempat wisata di Indonesia dan bukan hanya fokus di Bali," tambah Harlin.
Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, penyelenggara berharap event ini mampu menciptakan ekosistem sport tourism yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
Harlin mengatakan wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas wisata di destinasi penyelenggara.
"Kita berharap wisatawan itu bukan hanya menikmati olahraganya tapi bisa juga spending di tempat itu. Ya, itu bisa tercipta ekosistem sport tourism yang bagus dan berkelanjutan," kata Harlin.
Menanggapi hal itu, Widiyanti memastikan Kementerian Pariwisata siap membantu menghadirkan unsur budaya serta pelaku usaha lokal untuk meramaikan event tersebut.
"Ya, tentu kita koordinasikan juga untuk UMKM-nya, Pak ya. UMKM kuliner, ekraf, dan juga culture misalnya penari dan musik juga kita bisa fasilitasi untuk meramaikan," ujarnya.
Dengan kolaborasi ini, pemerintah berharap ajang olahraga air tersebut tidak hanya memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di berbagai daerah.