Pesangon Patrick Kluivert Usai Kontrak Diputus PSSI, Harta Kekayaannya Ternyata Tembus Ratusan Miliar
Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, resmi mengakhiri kerja sama mereka lebih cepat dari yang dijadwalkan. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dalam keterangan resminya, PSSI menegaskan bahwa keputusan ini dilakukan melalui mekanisme mutual termination alias kesepakatan bersama antara federasi dan pihak Kluivert.
Langkah tersebut dianggap sebagai cara paling profesional dalam menyudahi kerja sama, tanpa adanya pemecatan sepihak atau pengunduran diri mendadak. Berdasarkan keputusan ini, sisa kontrak Patrick Kluivert yang masih menyisakan sekitar 14 bulan otomatis berakhir lebih cepat.
Menurut sejumlah laporan, pelatih asal Belanda itu menerima gaji antara Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan, sehingga nilai total kontrak tersisa diperkirakan mencapai sekitar Rp37,8 miliar. Jumlah itu tentu bukan angka kecil, mengingat reputasi Kluivert sebagai mantan pemain dan pelatih top di Eropa.
Harta Kekayaan Patrick Kluivert
Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia
Patrick Kluivert bukan hanya dikenal sebagai legenda sepak bola, tetapi juga sebagai figur sukses secara finansial. Melansir dari Mabumbe, kekayaan bersih Kluivert pada tahun 2025 diperkirakan mencapai US$27 juta, atau setara dengan sekitar Rp445,5 miliar (dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS).
Kekayaan ini ia kumpulkan dari perjalanan panjang di dunia sepak bola, baik sebagai pemain, pelatih, maupun figur publik yang aktif di berbagai bidang.
Karier Kluivert dimulai secara gemilang bersama Ajax Amsterdam. Ia melakukan debut profesional pada usia 17 tahun pada tahun 1994, dan langsung menjadi sorotan dunia. Momen puncaknya datang ketika ia mencetak gol kemenangan dalam final Liga Champions 1995 melawan AC Milan, membawa Ajax meraih gelar bergengsi tersebut.
Gol bersejarah itu menandai lahirnya “Generasi Emas” sepak bola Belanda, yang juga melahirkan nama-nama besar seperti Edgar Davids dan Clarence Seedorf.
Kesuksesan di Ajax membuka jalan bagi Kluivert menuju klub-klub besar Eropa. Setelah sempat bergabung dengan AC Milan, ia akhirnya menemukan performa terbaiknya di Barcelona, di mana ia kembali bekerja sama dengan pelatih Louis van Gaal.
Di klub asal Catalonia itu, Kluivert menjelma menjadi salah satu striker paling produktif di La Liga, mencetak puluhan gol dan mengangkat pamor sepak bola Belanda di Spanyol.
Selain penghasilan dari kontrak bermain, Kluivert juga mendapatkan pendapatan besar dari kerja sama dengan merek-merek global seperti Nike, yang menjadikannya sebagai salah satu wajah kampanye produk olahraga internasional.
Setelah gantung sepatu, ia tetap produktif di dunia sepak bola, menjabat sebagai pelatih di sejumlah tim dan bekerja sebagai komentator serta analis di media olahraga Eropa. Penghasilan dari pekerjaan pasca-pensiun ini turut memperkuat stabilitas keuangannya.
Kluivert juga dikenal sebagai sosok yang cerdas dalam mengelola kekayaan. Ia memiliki portofolio investasi di sektor properti dan bisnis, termasuk kepemilikan rumah mewah di Belanda dan Spanyol, serta koleksi mobil kelas atas.
Gaya hidupnya memang mencerminkan kesuksesan, namun di balik itu ia juga dikenal memiliki sisi filantropis. Kluivert aktif memberikan donasi untuk program pembinaan sepak bola usia muda, sebagai bentuk kontribusinya terhadap generasi penerus olahraga yang telah membesarkan namanya.
Kini setelah berpisah dari Timnas Indonesia, masa depan Patrick Kluivert di dunia sepak bola internasional masih terbuka lebar. Terlepas dari keputusan pemutusan kontrak lebih awal, kekayaan yang telah ia bangun selama lebih dari tiga dekade menjadi bukti bahwa kariernya tidak hanya menghasilkan prestasi di lapangan, tetapi juga kesuksesan finansial.