Wahyudin Moridu Minta Maaf Usai Viral Video "Rampok Uang Negara" bersama Perempuan Diduga Selingkuhan
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu, menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf setelah video dirinya viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Wahyudin terlihat mengemudikan mobil bersama seorang perempuan yang diduga selingkuhannya.
Ia bahkan sempat bercanda dengan menyebut perjalanannya ke Makassar menggunakan “uang negara” dan menyebut perempuan di sampingnya sebagai “hugel” atau hubungan gelap dalam bahasa Melayu Manado.
“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja, biar negara ini semakin miskin,” ujar Wahyudin dalam rekaman yang beredar luas di TikTok, Facebook, hingga WhatsApp.
Klarifikasi Bersama Sang Istri
Permintaan maaf Wahyudin disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam video klarifikasi, ia tampil bersama istrinya, Mega Nusi, sambil menggenggam tangan sang istri.
“Sesungguhnya saya tidak berniat menyinggung perasaan masyarakat Gorontalo yang saya wakili. Semua ini murni kesalahan saya. Atas kejadian ini saya mohon maaf,” kata Wahyudin.
Ia menegaskan siap menerima konsekuensi atas tindakannya.
“Saya siap menerima dengan lapang dada,” tulisnya dalam unggahan di Instagram.
Dipanggil Badan Kehormatan DPRD
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menyampaikan bahwa Badan Kehormatan DPRD telah memanggil Wahyudin untuk dimintai penjelasan terkait video viral tersebut.
“Rapat Badan Kehormatan dilaksanakan pukul 20.00 Wita dengan menghadirkan Wahyudin Moridu,” ujar Fikram, Jumat (19/9/2025).
Dalam rapat itu, Wahyudin mengaku tidak sadar bahwa ucapannya direkam dan tidak menyadari arti pernyataan yang dilontarkan.
Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu. Wahyudin menjadi perbincangan setelah video yang memuat dirinya mengaku merampok uang negara, viral.
Latar Belakang dan Kontroversi
Wahyudin Moridu, atau akrab disapa Wahyu, merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo hasil Pemilu 2024, mewakili daerah pemilihan Boalemo dan Pohuwato.
Ia juga dikenal sebagai putra mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu.
Tak hanya itu, Wahyudin pernah tersandung kasus narkoba pada 2020 saat masih menjabat anggota DPRD Kabupaten Boalemo.
Kini, ia kembali menjadi sorotan akibat ucapan kontroversial dalam video yang menyebut akan “merampok uang negara”.
Laporan harta kekayaan yang disampaikan ke KPK per 31 Desember 2024 mencatat Wahyudin memiliki aset senilai Rp198 juta, namun dengan utang Rp200 juta.
Artinya, harta yang dilaporkan dalam LHKPN justru minus Rp2 juta.
Gelombang Kritik Publik
Video tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat Gorontalo.
Banyak warganet mengecam pernyataan Wahyudin yang dinilai tidak pantas diucapkan seorang pejabat publik.
Meski sudah menyampaikan permintaan maaf, desakan agar Badan Kehormatan DPRD memberikan sanksi tegas terus bermunculan.
Publik menilai tindakan Wahyudin Moridu mencoreng martabat lembaga legislatif daerah.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.