Video Menegangkan Detik-detik Militer Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla

Kapal AL Israel Cegat Armada Global Sumud Menuju Gaza
Kapal AL Israel Cegat Armada Global Sumud Menuju Gaza

Militer Israel (IDF) diketahui telah mencegat 39 kapal bantuan menuju Gaza di Kawasan timur laut Mediterania. Sementara itu, kapal-kapal lain yang tersisa masih terus berlayar menuju wilayah Gaza. 

Kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla kembali berlayar untuk ketiga kalinya pada Kamis lalu dari wilayah selatan Turki. Upaya sebelumnya untuk mengirim bantuan ke Gaza juga sempat dicegat Israel di perairan internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman Reuters, Selasa 19 Mei 2026, Siaran langsung memperlihatkan kapal-kapal militer mendekati armada tersebut pada Senin siang kemarin. Seorang pasukan IDF sempat merusak kamera di kapal yang mengambil gambar secara live. 

"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan (Israel) mulai menaiki kapal pertama kami di siang bolong. Kami menuntut jalur aman bagi misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan,"tulis Global Sumud Flotilla di akun X.

Kelompok itu menyebut ada 426 orang dari 39 negara yang ikut dalam armada berisi 54 kapal tersebut. Mereka juga menyebut terdapat 44 warga Turki di kapal-kapal yang dicegat sekitar 250 mil laut atau 463 kilometer dari Gaza.

Kementerian Luar Negeri Israel juga meminta seluruh peserta provokasi ini untuk segera mengubah arah dan kembali.

Seorang aktivis asal Turki yang berada di atas kapal L’Arq dalam armada tersebut mengatakan dirinya tidak takut jika dicegat pasukan Israel. Namun, ia mengaku khawatir terhadap orang-orang yang sudah lebih dulu ditangkap. 

Ia menambahkan, awak kapal mereka memang sudah memperkirakan akan dicegat begitu mendekati Gaza.

"Kami tidak tahu mereka sekarang ada di mana, kami juga tidak tahu berapa banyak yang benar-benar ditangkap," kata Ahmet Soylemez saat berbicara dari atas kapal.

Pelacak langsung di situs resmi armada menunjukkan kapal L’Arq berada sekitar 215 mil laut dari Gaza.

Sebelumnya pada Senin, Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan lewat akun X bahwa mereka tidak akan membiarkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut yang sah di Gaza.

WNI Ikut Misi Tersebut

Jurnalis asal Indonesia, atas nama Bambang Noryono atau biasa disapa Abeng dan Thoudy Badai dilaporkan telah ditangkap militer Israel (IDF). Abeng ditangkap setelah mengikuti pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza, Palestina.

Selain dua jurnalis tersebut, dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2026, terdapat juga tujuh warga negara Indonesia yang ikut.

Sementara itu, Juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, pada Senin 18 Juni 2026 mengatakan sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef  terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI Rumah Zakat.

"Kapal yang membawa jurnalis An. Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk  mengetahui status dari kapal  termasuk Sdr. Bambang Noroyono  di kapal tersebut," kata dia.

Yvonne mengatakan bahwa saat ini situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

Yvonne mengatakan bahwa Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.